Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjir Berimbas Terhadap 13.792 Ha Lahan Padi di Maros dan Gowa

Tanaman padi terdampak banjir di Kabupaten Maros dan Gowa mencapai 13.792 hektare.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  13:05 WIB
Warga berusaha menyelamatkan sebuah rumah yang akan terbawa arus aliran sungai Jeneberang yang meluap di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (22/1/2019). Meluapnya sungai Jeneberang akibat curah hujan yang tinggi membuat sejumlah daerah di Kabupaten Gowa terendam banjir. - Antara/Abriawan Abhe
Warga berusaha menyelamatkan sebuah rumah yang akan terbawa arus aliran sungai Jeneberang yang meluap di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (22/1/2019). Meluapnya sungai Jeneberang akibat curah hujan yang tinggi membuat sejumlah daerah di Kabupaten Gowa terendam banjir. - Antara/Abriawan Abhe

Bisnis.com, MAKASSAR – Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan mencatat tanaman padi terdampak banjir di Kabupaten Maros dan Gowa mencapai 13.792 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel, Fitriani di Makassar, Rabu (23/1/2019), mengatakan untuk Kabupaten Maros tercatat sebanyak 8.332 hektare dan Kabupaten Gowa seluas 5.469 hektare.

"Semoga air cepat surut dan tidak lebih dari empat hari, sehingga tidak terjadi gagal panen," harapnya.

Untuk banjir di Kabupaten Maros misalnya, kata dia, dari laporan yang diperoleh kerusakan akibat pertanaman padi akibat banjir terjadi di empat kecamatan di Bumi Turikale tersebut.

Di Kecamatan Mandai dengan luas 1.528 hektare, Kecamatan Maros dengan luas 675 hektare, Kecamatan Tanralili dengan luas 2.182 hektare dan Kecamatan Bantimurung dengam luas 3.964 hektare.

Total luasan tanaman padi 8.332 hektare itu dengan umur bervariasi dari 1-7 minggu. Data ini diperoleh dari POPT Tanaman Pangan kecamatan yang berada di Maros. Sementara untuk daerah lain seperti Gowa masih dilakukan pendataan. Data sementara yang diperoleh hingga pukul 11.45 Wita dari tiga kecamatan yakni dengan total 5.460 hektare. Di Kecamatan Bajeng Barat misalnya 1.487 hektare.

"Gowa sementara pendataan di empat kecamatan termasuk Parangloe dan Bajeng, totalnya 5.460 hektare. Tetapi kami masih sementara mendata," kata Fitriani.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir sulawesi selatan puso

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top