Nihil Ekspor, Neraca Perdagangan Gorontalo Oktober Defisit

Nilai neraca perdagangan Gorontalo Oktober 2018 mengalami defisit sebesar USD916.000 akibat nihilnya aktivitas ekspor langsung dari pelabuhan di Gorontalo pada bulan tersebut.
Deandra Syarizka | 04 Desember 2018 21:10 WIB
Aktivitas bongkar - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MANADO--  Nilai neraca perdagangan Gorontalo Oktober 2018 mengalami defisit sebesar USD916.000 akibat nihilnya aktivitas ekspor langsung dari pelabuhan di Gorontalo pada bulan tersebut.

Negara pemasok impor terbesar pada Oktober 2018 adalah Republik Korea dengan jenis komoditas kelompok bahan bakar mineral, minyak bumi dan hasil penyulingan.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, nilai impor Provinsi Gorontalo pada Bulan Oktober 2018 adalah sebesar US$916.000, mengalami peningkatan sebesar 71,54% jika dibandingkan Bulan September 2018 yang sebesar US$534.000.

“Apabila dibandingkan dengan periode Januari – Oktober 2017, nilai impor melalui pelabuhan di Provinsi Gorontalo pada periode Januari – Oktober 2018 mengalami penurunan sebesar 69,16% atau turun dari US$5.354.943 menjadi US$1.651.420,” seperti dikutip, Selasa (04/12).

Secara kumulatif, nilai impor Provinsi Gorontalo Januari – Oktober 2018 adalah sebesar US$1.651.420 yang terdiri dari kelompok bahan bakar mineral, minyak bumi dan hasil penyulingan sebesar 87,80%, kelompok besi dan baja  sebesar 2,83%, kelompok mesin dan peralatan mekanik (HS 84) sebesar 1,83%, kelompok mesin dan peralatan listrik sebesar 2,24%.

Selanjutnya, diikuti oleh kelompok kendaraan selain yang bergerak diatas rel kereta api, dan bagian serta aksesorisnya sebesar 3,70%, serta kelompok kapal, perahu, dan struktur terapung sebesar 1,60%.

Untuk ekspor, tidak terdapat aktivitas ekspor di Provinsi Gorontalo pada September-Oktober. Secara kumulatif, nilai ekspor yang melalui pelabuhan di Provinsi Gorontalo Januari – Oktober 2018 adalah sebesar US$32.437.068, berupa jagung sebesar US$24.019.225 (74,05%), produk industri penggilingan, malt, pati sebesar US$5.537.400 (17,07%), berupa gula dan kembang gula sebesar US$1.950.443 (6,01%), serta berupa bungkil kopra sebesar US$930.000 (2,87%).

Meski demikian, terdapat beberapa komoditi yang berasal dari Provinsi Gorontalo diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, seperti melalui Pelabuhan di Surabaya, DKI Jakarta, Makassar, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Bali.

Komoditi yang diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain pada Bulan Oktober 2018 adalah kelompok ikan dan udang/kepiting sebesar US$248.019 melalui Bandara Soekarno-Hatta DKI Jakarta menuju Jepang (US$2.387) dan Singapura (US$5.045), melalui Bandara Ngurah-Rai Bali menuju Jepang (US$4.034), dan melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Jepang (US$235.356).

Selain itu, juga terdapat kelompok lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$122.760 yang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok DKI Jakarta menuju Tiongkok, kelompok kayu, barang dari kayu sebesar US$70.649 yang diekspor melalui Tanjung Priok DKI Jakarta menuju Taiwan, serta kelompok paket pos, parsel dan barang retur sebesar US$1.873 yang diekspor melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Kanada (US$201), United Kingdom (US$177), Jepang (US$66), Republik Korea (US$84), Nigeria (US$132), dan Amerika Serikat (US$1.213).

Tag : ekspor, gorontalo
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top