Andalkan Pariwisata, Sulut Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6,8% pada 2019

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis untuk membidik target pertumbuhan ekonomi berkisar 6,1% hingga 6,8% pada 2019, lebih tinggi dari proyeksi Bank Indonesia yang menargetkan 6,1% hingga 6,4%.
Deandra Syarizka | 04 Desember 2018 16:50 WIB
Pantai Pal, Sulut - Bisnis/Lukas Hendra T.M.

Bisnis.com, MANADO—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis untuk membidik target pertumbuhan ekonomi berkisar 6,1% hingga 6,8% pada 2019, lebih tinggi dari proyeksi Bank Indonesia yang menargetkan 6,1% hingga 6,4%.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menyatakan, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai dengan mengandalkan sektor pariwisata yang diyakini semakin moncer pada tahun depan.

Terlebih setelah pihaknya mendapatkan konfirmasi rencana pembukaan rute penerbangan baru Kinabalu—Manado dari Malindo Air dan rute Davao-Manado dan Manila—Manado dari Philippines Air.

“Gubernur untuk tahun depan sudah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 6,1% sampai 6,8%. Ada 10 prioritas pembangunan kita tahun depan untuk mencapai target tersebut. Pariwisata juga akan menjadi idola,” ujarnya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Selasa (04/12).

Lebih lanjut, pihaknya optimistis pembukaan tiga rute baru penerbangan tersebut mampu mengerek jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga 20%. Pada tahun depan, dia menyebut Pemprov Sulut menargetkan jumlah kunjungan wisman hingga 200.000, sementara jumlah wisatawan nusantara di atas 2,5 juta orang.

Sementara dari sisi investasi, Pemprov Sulut berencana untuk lebih fokus menggarap KEK Pariwisata Likupang pada tahun depan, setelah pengembangan KEK Bitung stagnan akibat harga lahan yang dinilai terlalu mahal bagi investor. Sejauh ini, pihaknya mengaku telah ada tujuh investor yang akan membuka perhotelan baru di Sulut pada tahun depan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Soekowardojo menjelasksan, optimisme Pemprov Sulut mematok target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi harus diikuti oleh peningkatan produktivitas, terutama mempercepat penyerapan anggaran pemerintah.

Pasalnya hingga 1 Desember, realisasi anggaran Pemprov Sulut baru mencapai 69%, masih jauh dari target akhir tahun sebesar 94%-96%. Menurutnya, bila pertumbuhan ekonomi Sulut dipatok lebih tinggi pada tahun depan, dia menilai penyerapan anggaran harus dilakukan secara merata sejak kuartal I, tidak menumpuk pada kuartal terakhir seperti tahun ini.

“Kita bicara target pertumbuhan ekonomi Sulut versi pemprov di rentang 6,1% sampai 6,8%, titik tengahnya 6,4%. Kalau kami [Bank Indonesia] 6,1% sampai 6,4%, titik tengahnya 6,2%. Masih banyak peluang yang bisa direalisasikan, mudah-mudahan paling tidak bisa di atas batas atas target kita [Bank Indonesia],” jelasnya.

Tag : Pertumbuhan Ekonomi, sulut
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top