Pacu Wisata Maritim, Pelni Tenggelamkan Terumbu Karang Buatan di Sulut

PT Pelni menenggelamkan terumbu karang buatan dengan motif kuda laut di perairan Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, dalam rangkaian 5th Coral Day untuk mendorong wisata maritim di Sulawesi Utara.
Lukas Hendra TM | 25 November 2018 00:41 WIB
General Manajer PT Pelindo IV (Persero) area Bitung Damianto Pangaribuan (kanan) bersama dengan Direktur PT Pelni (Persero) O. M. Sodikin (kiri) saat upacara 'pembaptisan' Domus Hippocampi yang bakal ditenggalamkan pada rangkaian acara 5th Coral Day di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (24/11/2018). - Bisnis/Lukas Hendra

Bisnis.com, MINAHASA UTARA PT Pelni (Persero) menenggelamkan terumbu karang buatan dengan motif kuda laut di perairan Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, dalam rangkaian 5th Coral Day untuk mendorong wisata maritim di Sulawesi Utara.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni O. M. Sodikin mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan PT Pelindo IV (Persero) dalam pembuatan terumbu karang buatan tersebut sebagai bagian dari sinergi BUMN melalui bina lingkungan.

“Karena di perairan Pulau Bangka mudah ditemui kuda laut, kita menyebut rumah buatan terumbu karang ini dengan nama domus hippocampi atau rumah kuda laut,” ujarnya di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut, pada Sabtu (24/11/2018).

Dia mengungkapkan bahwa proyek ini bukan kali pertama dilakukan oleh Pelni. Sebelumnya, Pelni juga turut berpartisipasi dalam terumbu karang buatan di Kepulauan Seribu (DKI Jakarta) dan Batu Licin (Kalimantan Selatan).

“Kami berharap terumbu karang buatan ini bisa mendorong pariwisata maritim, selain mendorong kelestarian terumbu karang,” ujarnya.

Penaburan serbuk warna memeriahkan prosesi pemberkatan Domus Hippocampi sebelum ditenggelamkan pada rangkaian 5th Coral Day di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (24/11/2018). - Bisnis/Lukas Hendra

Harapannya, lanjut Sodikin, melalui penanaman terumbu karang buatan dan sejumlah strategi untuk mendorong wisata, akan ada peningkatan taraf hidup dari masyarakat sekitarnya.

General Manajer PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV area Bitung Damianto Pangaribuan menambahkan penanaman terumbu karang buatan Domus Hippocampi tersebut bertepatan dengan 5th Coral Day yang diselenggarakan di Pulau Bangka, Minahasa Utara.

“Keindahan alam khususnya coral harapannya untuk meningkatkan pariwisata sehingga bisa meningkatkan mata pencaharian masyarakat. Selain itu, harapannya juga bisa memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat serta ekologis,” tuturnya.

Direktur PT Pelni (Persero) O.M. Sodikin (kedua kanan) bersama dengan General Manajer PT Pelindo IV (Persero) area Bitung Damianto Pangaribuan (kiri) berfoto bersama sebelum upacara 'pembaptisan' Domus Hippocampi yang bakal ditenggalamkan pada rangkaian acara 5th Coral Day di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (24/11/2018). - Bisnis/Lukas Hendra

Ketua Yayasan Terumbu Rupa, Asrul Hanif Arifin, menambahkan beberapa waktu lalu saat ada pengupasan lahan untuk areal pertambangan di Pulau Bangka, sejumlah karang di perairan pulau Bangka banyak yang mati. “Kami sudah bikin satu. Dengan ini, berarti tambah satu lagi,” katanya.

Di sisi lain, Ulfa Novita Take, pendiri Yayasan Suara Pulau, mengharapkan agar peresmian terumbu karang buatan Domus Hippocampi yang bertepatan dengan 5th Coral Day dapat mendorong masyarakat khususnya anak-anak untuk dapat lebih mengenal terumbu karang.

Sejumlah siswi sekolah dasar turut memeriahkan acara 5th Coral Day di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (24/11/2018). Mereka menampilkan tarian sambutan di dalam rangkaian kawat terumbu karang yang akan ditenggelamkan. - Bisnis/Lukas Hendra

Camat Likupang Timur Doni Rondonuwu mengharapkan agar masyarakat khususnya yang berada di Desa Lihunu dapat mendukung upaya konservasi dan menjaga terumbu karang di kawasan tersebut.

“Kami selaku pemerintah siap mendukung. Jika ada persoalan silakan sampaikan ke kami, nanti kami sampaikan langsung ke ibu Bupati [Vonnie Anneke Panambunan],” kata Doni.

Tag : pelni, sulut, terumbu karang
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top