Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kadin: Kawasan Timur Indonesia Ibarat Raksasa Tidur

Kadin Indonesia mengibaratkan Kawasan Timur Indonesia sebagai raksasa yang sedang tidur karena banyaknya potensi ekonomi di dalamnya. Berbagai potensi yang ada perlu terus dibangun dan dikembangkan.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 05 Mei 2018  |  18:10 WIB
Kadin: Kawasan Timur Indonesia Ibarat Raksasa Tidur
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (ketiga dari kanan), beserta beberapa pengurus Kadin Indonesia, serta narasumber dari kementerian dan ekonom, berfoto bersama dalam Rapat Koordinasi Wilayah Timur Kadin Indonesia, Jumat (5/4/2018)- bisnis - Kurniawan A. Wicaksono
Bagikan

Bisnis.com, MANADO – Kadin Indonesia mengibaratkan Kawasan Timur Indonesia sebagai raksasa yang sedang tidur karena banyaknya potensi ekonomi di dalamnya. Berbagai potensi yang ada perlu terus dibangun dan dikembangkan.

Hal ini diungkapkan WKU Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Koordinator Wilayah Timur, Andi Rukman Nurdin Karumpa dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rakorwil) Timur Kadin Indonesia di Manado, Jumat (4/5/2018).

“Kawasan timur ini the sleeping giant, raksasa yang sedang tidur. Mau bicara kelautan dan perikanan, kita punya. Pertambangan dan pariwisata pun kita punya. Makanya, [potensi] ini harus dikemas dengan baik,” ujarnya.

Oleh karena itulah, dalam Rakorwil Timur kali ini, Kadin Indonesia memfokuskan pada tiga aspek, yakni infrastruktur, pariwisata, serta kelautan dan perikanan. Berbagai potensi dan solusi permasalahan pembangunan menjadi fokus.

WKU Kamar Dagang dan Industri Indonesia Koordinator Wilayah Timur, Andi Rukman Nurdin Karumpa - bisnis/Kurniawan A. Wicaksono

 

Seperti diketahui, Kawasan Timur Indonesia (KTI) mencakup 12 provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua.

Menurutnya, infrastruktur menjadi salah satu aspek yang krusial dan pengembangan ekonomi. Apalagi, komitmen pemerintah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di KTI juga membutuhkan peran sektor swasta dan masyarakat.

“Kalau infrastruktur baik, akan ada multiplier effect ke perekonomian,” tutur Andi.

Infrastruktur, sambungnya, akan memberikan akses bagi pengembangan potensi sektor pariwisata serta kelautan dan perikanan. Di sisi pariwisata, ada beberapa destinasi yang sudah terkenal, seperti Bunaken, Wakatobi, Labuan Bajo, dan Raja Ampat.

WKU Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Kadin Indonesia Juan Permata Adoe, mewakili Ketua Umum Dewan Pengurus Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan dukungan terhadap komitmen dari pemerintah terkait pembangunan KTI.

Apalagi, masalah kesenjangan baik dari sisi konektivitas, logistik, mapun pengendalian harga sebelumnya kurang mendapat perhatian. Terlebih, peran perekonomian KTI hanya 20% dari total produk domestik bruto (PDB). Padahal, ada potensi yang besar, terutama di pariwisata.

“Pariwisata di wilayah timur adalah masa depan pariwisata Indonesia. Indonesia timur terdapat banyak objek dan destinasi wisata unggulan yang masih bisa dikembangkan. Ini merupakan daya tarik pembangunan di wilayah Timur,” kata Juan.

Menurutnya, sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi krusial. Dia pun mengingatkan perlunya sikap mental penduduk lokal yang ramah terhadap wisatawan. Kegiatan promosi pun harus juga dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia.

WKU Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Kadin Indonesia Juan Permata Adoe - bisnis/Kurniawan A. Wicaksono

 

 

Perikanan

Juan juga menegaskan perairan KTI selama ini mampu menghasilkan produk unggulan yang melimpah. “Sekitar 60% ikan tuna di dunia ada perairan Maluku. Sumber daya perikanan ini pasti memberikan manfaat bagi peningkatan devisa di masa mendatang,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Rakorwil ini diadakan untuk melihat lebih rinci permasalahan yang dihadapi dalam konteks pembangunan wilayah. Komunikasi dan kerja sama antara Kadin di tingkat pusat dan daerah, sambungnya, diperlukan untuk mengakselerasi pembangunan.

Ketua Umum Kadin Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Hangky A. Gerungan mengatakan KTI merupakan kawasan yang sangat strategis karena berada di segitiga karang dunia. Keanekaragaman hayati yang ada berperan penting mendukung agenda pembangunan global.

“Yang menekankan pada pembangunan yang berkelanjutan. Harapannya, ada kesepakatan bersama untuk membangun secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial, serta lingkungan secara bersama-sama,” jelas Hangky.

Ketua Umum Kadin Provinsi Sulawesi Utara Hangky A. Gerungan - bisnis/Kurniawan A. Wicaksono

 

Gubernur Sulut Olly Dondokambey meminta agar Kadin Indonesia bisa memanfaatkan pelabuhan Bitung dengan optimal. Apalagi, pelabuhan ini ditunjuk sebagai pelabuhan hub internasional.

“Saya kira ini kalau kita manfaatkan dengan benar dan baik akan menunjang program pembangunan di kawasan timur karena pelabuhan Bitung ini sarana dan prasarananya sudah siap,” ujarnya.

Selain terkait industri perikanan, optimalisasi pelabuhan juga penting mengingat mulai banyaknya wisatawan yang masuk ke Bumi Nyiur Melambai. Menurutnya, pengembangan pariwisata dilakukan untuk memunculkan potensi sumber petumbuhan ekonomi baru.

Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2018, kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi mencapai 10.114 orang, atau naik 96,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.148 orang.

WKU Kamar Dagang dan Industri Indonesia Koordinator Wilayah Timur, Andi Rukman Nurdin Karumpa

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top