Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Sulut Turun Saat Kunjungan Naik. Ada Apa?

Tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Sulawesi Utara pada Maret 2018 justru menurun di tengah masih tingginya kunjungan wisatawan mancanegara.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 02 Mei 2018  |  20:28 WIB
Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Sulut Turun Saat Kunjungan Naik. Ada Apa?
Seorang resepsionis salah satu hotel berbintang di Manado tampak sibuk mengurus dokumen tamu. BPS mencatat adanya penurunan okupansi hotel berbintang di Sulawesi Utara pada Maret 2018 secara tahunan. - bisnis/Lukas Hendra T.
Bagikan

Bisnis.com, MANADO – Tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Sulawesi Utara pada Maret 2018 justru menurun di tengah masih tingginya kunjungan wisatawan mancanegara.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Moh. Edy Mahmud mengatakan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada bulan ketiga tahun ini sebesar 65,80%, turun 2,36 poin dibandingkan capaian Maret 2017 sebesar 68,16%.

Padahal, pada Maret 2018, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulut melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi mencapai 10.114 orang, atau naik 96,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.148 orang.

Menurut Edy, penurunan TPK hotel berbintang itu bisa jadi dikarenakan berkurangnya wisatawan domestik yang menginap. Hal inilah yang mengakibatkan kenaikan wisman tidak sejalan dengan capaian TPK.

“Dengan kunjungan wisman lebih dari 10.000 orang itu barang kali dampaknya ada [ke TPK], tapi tidak sebesar pengunjung domestik, termasuk yang dilakukan pemerintah,” ujarnya saat menyampaikan rilis data bulanan, Rabu (2/5/2018).

Jika melihat klasifikasi hotelnya, penurunan TPK tertinggi ada pada hotel bintang 2 yakni sebesar 21,79 poin dari 67,47% pada Maret 2017 menjadi 45,68% pada Maret 2018. Sementara, tingkat hotel bintang 1 dan 2 mengalami kenaikan TPK, masing-masing 11,67 poin dan 10,3 poin.

Sumber: BPS Sulut, 2018

Penurunan TPK ini juga diikuti dengan penurunan rata-rata lama meningap tamu (RLMT) total dari 2,18 hari menjadi 2,08 hari. Penurunan RLMT ini lebih banyak dipengaruhi RLMT Indonesia dari 2,05 hari menjadi 1,80 hari.

“Sementara, RLMT asing justru mengalami kenaikan dari 2,81 hari pada Maret 2017 menjadi 3,40 hari pada Maret 2018,” imbuh Edy.

Sumber: BPS Sulut, 2018

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top