Grand Launching Reklamasi Ciputra di Makassar Maret 2018

Reklamasi Kawasan Losari Makassar atau Center Point of Indonesia dijadwalkan memasuki tahapan grand launching seiring dengan konstruksi fisik tahap pertama sudah terealisasi.
Amri Nur Rahmat | 20 Februari 2018 17:37 WIB
Proyek reklamasi Pantai Losari Makassar - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - Reklamasi Kawasan Losari Makassar atau Center Point of Indonesia dijadwalkan memasuki tahapan grand launching seiring dengan konstruksi fisik tahap pertama sudah terealisasi.

Proyek Center Point of Indonesia (CPI) yang digarap oleh Ciputra Group bersama dengan Yasmin Bumi Asri itu juga bakal mengumumkan kepada publik perihal capaian konstruksi fisik secara menyeluruh pada areal hasil reklamasi.

Sesuai perencanaan, seremoni grand launching itu dijadwalkan pada Maret 2018 mendatang dirangkaian dengan presentase lahan seluas 50 hektare di areal CPI yang diperuntukkan bagi Pemerintah Provinsi Sulsel.

"Total luasahan lahan yang sudah kami reklamasi itu sudah 100 hektare, di mana tengah proses pemadatan. Grand launching ini juga menjadi hasil reklamasi yang sudah kami realisasikan kepada publik," kata GM JO Ciputra-Yasmin Tony Kustono, Selasa (20/2/2018).

Selain itu, seremoni pada Maret nanti juga menjadi peluncuran klaster terbaru dari proyek residensial brand CitraLand City Losari yang dibangun di areal CPI.

Menurut Tony, tahapan pemasaran untuk proyek residensial CitraLand City Losari telah dilakukan sejak 2015 silam dan telah menghimpun hasil penjualan sebesar sekitar Rp2 triliun akumultif hingga saat ini.

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya sebenarnya telah melakukan presentase kepada publik paralel dengan pemasaran residensial, namun masih sebatas soft launching.

"Jadi pada Maret nanti, itu grand launching CPI. Lahan reklamasi sudah ada, tengah pemadatan dan pematang. Termasuk lahan yang dialokasikan untuk Pemprov Sulsel sesuai dengan kesepakatan awal," tuturnya.

Setelah melalui tahapan grand launching nanti, Tony optimistis CPI bakal semakin menjadi sasaran investasi sektor properti oleh masyarakat karena fisik dari proyek sudah terlihat.

Adapun untuk proyek residensial yang terbagi dalam beberapa kalster di CPI, direncanakan pula memasuki fase penyerahan perdana kepada investor pada 2020 mendatang untuk klaster yang terjual pada 2015 lalu.

Selain residensial, Ciputra juga akan membangun kawasan perkantoran, bisnis, rumah sakit, pendidikan, pusat perbelanjaan, hunian vertikal hingga Ciputra World pertama di luar Pula Jawa pada areal CPI.

Sebelumnya, Associate Director Ciputra Group Sinyo Pelealu mengemukakan proyek reklmasi yang dilakukan perseroan dengan menggandeng kontraktor asal Belanda, Boskalis International, tersebut sudah berfokus pada pemadatan lahan serta sejumlah item kegiatan lainnya sesuai dengan perencanaan konstruksi.

"Supply pasir sudah selesai 100%, sehingga ada beberapa kegiatan yang berjalan saat ini seperti penyelesaian pemasangan PVD [Pre-Fabricated Vertical Drain] serta pemadatan lapisan pasir dengan alat vibro floatiation dan dynamic compactor," katanya.

Selain itu, item kegiatan utama lainnya pada tahapan konstruksi fisik proyek CPI yang tengah berjalan meliputi perapihan slope boundary untuk tanggul penahan gelombang, pembuatan kanalisasi serta mengangkat kelebihan pasir di kaki slope ke atas lahan reklamasi.

Seluruh kegiatan teknis tersebut diproyeksikan bisa rampung pada akhir 2018 atau sesuai dengan jadwal konstruksi fisik CPI tahap I yang digarap oleh Ciputra Group bersama Yasmin selaku pemegang hak konsesi areal reklamasi.

Di sisi lain, pembangunan fasilitas penunjang secara simultan juga dilakukan diantaranya akses areal reklamasi, persiapan pembangunan jembatan yang terkoneksi dengan ruas jalan umum hingga perampungan pantai pasir putih di sisi CPI.

"Setelah itu rampung, akan dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur, residensial, apartemen, hotel, pusat perbelanjaan termasuk ruang publik sesuai dengan rencana awal," katanya.

Secara keseluruhan proyek reklamasi CPI terbagi pada 2 tahapan utama dengan total luasan 157,23 hektare, di mana tahap I seluas 100 hektare dengan investasi sebesar Rp3,5 triliun sedangkan sisanya dieksekusi kemudian setelah tahap awal rampung.

Adapun CPI merupakan inisiasi dari Pemprov Sulsel yang kemudian menggandeng Yasmin serta Ciputra Group sebagai pengembang rekanan guna mengoptimalkan pemanfaatan Kawasan Losari.

Tag : arief hidayat, arief hidayat
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top