Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kebutuhan Beras di Sulselbar Selama Ramadan, Begini Stoknya

Bulog memastikan stok beras di Sulselbar saat ini mencapai 59.000 ton.
Buruh mengangkut karung beras./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.
Buruh mengangkut karung beras./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis.com, MAKASSAR - Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) memastikan kebutuhan beras masyarakat di wilayahnya operasionalnya tercukupi selama musim Ramadan tahun ini. Bahkan stoknya saat ini masih bisa memenuhi hingga Juli 2024.

Kepala Perum Bulog Wilayah Sulselbar Ahmad Kholisun mengatakan, stok beras di gudangnya saat ini mencapai sekitar 59.000 ton. Sementara kebutuhan untuk penyaluran bahan pangan hanya sekitar 8.500 ton dan kebutuhan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hanya sebanyak 7.000 ton perbulannya.

Sehingga dengan total kebutuhan yang hanya sekitar 15.500 ton perbulan, maka stok beras yang ada pada saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan Ramadan dan bahkan mencukupi hingga pertengahan tahun.

"Stok beras kita cukup untuk Sulsel dan Sulbar, bahkan sampai Juli 2024. Berapapun stok kebutuhan masyarakat di dua provinsi ini, siap," paparnya ketika dikonfirmasi, Rabu (13/3/2024).

Ahmad merinci, harga SPHP saat ini masih tetap dengan penjualan Rp53.000 untuk beras 5 kilogram (kg). Sedangkan beras komersial terdapat relaksasi dengan HET-nya naik Rp1.000 per-kg. Oleh karena itu dia berharap kenaikan di lapangan tidak terjadi secara signifikan.

"Bulog menyalurkan pangan untuk Sulselbar 8.500 ton perbulan. Kedua kita melakukan SPHP, stabilisasi harga pangan rutin setiap hari di titik pasar, kemudian Rumah Pangan Kita dan titik-titik jika nanti ada wilayah yang membutuhkan SPHP di wilayah tersebut," pungkasnya.

Sementara Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin juga telah melakukan peninjauan stok pangan di Pasar Minasa Maupa, Kabupaten Gowa. Di pasar ini, stok beras yang ada juga mencukupi, tidak terjadi kelangkaan. "Kita cek dan pastikan stok pangan dan bahan pokok di masyarakat mencukupi, yang penting barangnya ada dan mencukupi," kata Bahtiar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper