Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Tegangan Tinggi Andoolo Beroperasi, Keandalan Listrik di Tenggara Kian Terjaga

GI Andoolo 150 kV dengan kapasitas 30 MVA dan jaringan transmisi SUTT 150 kV Kendari-Andoolo sepanjang 150 kilometer sirkit (kms).
Paulus Tandi Bone
Paulus Tandi Bone - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  18:15 WIB
Fasilitas Gardu Induk (GI) milik PT PLN (Persero) - Istimewa / PLN
Fasilitas Gardu Induk (GI) milik PT PLN (Persero) - Istimewa / PLN

Bisnis.com, KENDARI - PT PLN (Persero) mulai menyalurkan tegangan perdana Gardu Induk (GI) dan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) di Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari langkah penyatuan sistem kelistrikan di Pulau Sulawesi.

Adapun proyek infrastruktur kelistrikan itu adalah GI Andoolo 150 kV dengan kapasitas 30 MVA dan jaringan transmisi SUTT 150 kV Kendari-Andoolo sepanjang 150 kilometer sirkit (kms).

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Defiar Anis mengatakan pengoperasian dua proyek itu diestimasikan bisa menjadi pengatrol pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Tenggara, terkhusus dalam cakupan GI Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan.

"Ini juga tentu saja meningkatkan kualitas sistem kelistrikan di Konawe Selatan jadi lebih maksimal, termasuk untuk kebutuhan industri," katanya saat penyaluran tegangan perdana (energize) GI 150 kV Andoolo, Rabu (27/10/2021).

Untuk selanjutnya, papar Defiar, PLN akan mengurus sertifikat laik operasi yang diterbitkan Ditjen Ketenagalistrikan Keneb ESDM agar GI Andoolo bisa mendistribusikan listrik bagi pelanggan perusahaan.

Sebagai informasi, proyek SUTT dan GI anyar itu telah dikerjakan PLN sejak akhir 2019 silam dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masing-masing 69% dan 71%.

Adapun jaringan transmisi SUTT 150 kV Kendari-Andoolo terdiri dari 277 tower yang melintasi sejumlah kecamatan dalam wilayah administrasi Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan.

Kemudian GI 150 kV Andoolo yang mulai bertegangan pada Rabu (27/10/2021) sore itu memiliki kapasitas yang bisa mencapai 24 MW.

"Keberhasilan pembangunan ditandai dengan proses energize ini menjadi bentuk sinergi PLN dengan semua pihak," ucap Defiar.

Untuk kedepannya, PLN juga merencanakan mengkoneksikan Andoolo hingga ke Kasipute, Kabupaten Bombana, dengan kapasitas tegangan yang juga sebesar 150 kV.

Sejauh ini, tahapan pembangunan SUTT 150 kV Andoolo-Kasipute bahkan sudah hampir rampung dari perencanaan 150 menara dengan bentangan transmisi sepanjang 123 kms.

"Kita targetkan SUTT Andoolo-Kasipute dan GI Kasipute juga sudah energize di Desember 2021 nanti. Sehingga keandalan listrik yang diterima pelanggan di Tenggara ini makin maksimal," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik
Editor : Amri Nur Rahmat

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top