Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Logistik Bantuan dari Makassar untuk Sulbar Dijarah, Ini Kronologinya

Kendaraan pengantar logistik sembako ke lokasi gempa di Sulawesi Barat (Sulbar) dihentikan secara paksa.
Wahyu Susanto
Wahyu Susanto - Bisnis.com 16 Januari 2021  |  13:36 WIB
Wakil Ketua Umum MDMC Makassar, Agus Salim saat memberi keterangan terkait perampasan logistik sembako untuk korban gempa di Sulbar, melalui video yang dikirim, Sabtu (16/1/2021) - Istimewa
Wakil Ketua Umum MDMC Makassar, Agus Salim saat memberi keterangan terkait perampasan logistik sembako untuk korban gempa di Sulbar, melalui video yang dikirim, Sabtu (16/1/2021) - Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Sebuah rekaman beredar luas di media sosial jejaring Instagram pada hari ini, Sabtu (16/1/2021).

Rekaman tersebut menunjukkan kendaraan pengantar logistik sembako ke lokasi gempa di Sulawesi Barat (Sulbar) dihentikan secara paksa. Para pelaku terlihat jelas dilengkapi senjata tajam seperti parang dan mengancam sejumlah relawan hingga mengambil logistik yang akan didistribusikan. 
 
Rombongan tersebut salah satunya dari lembaga penanggulangan bencana Muhammadiyah Disaster Manajamen Center (MDMC). Rencananya, rombongan akan bertolak ke Mamuju atau lokasi gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi pada Jumat kemarin.
 
"Kami dari Makassar jam 5 sore hari Jumat kemarin. Setelah kami tiba di Malunda, Kabupaten Majene, yang berbatasan dengan Tappalang, Kabupaten Mamuju, Sulbar, kami diadang dan dijarah," terang Wakil Ketua Umum MDMC Makassar, Agus Salim saat dikonfirmasi di Makassar, Sabtu (16/1/2021). 
 
Saat tiba di lokasi penjarahan, iring-iringan kendaraan yang dipimpin ambulance sebenarnya berjalan normal tanpa hambatan. Meski diakuinya, sudah banyak warga yang berdiri di tepi jalan. 
 
Namun setelah para warga melihat mobil pick up yang membawa logistik, seketika penghadangan dilakukan. Agus mengaku pihaknya sempat menghalau warga untuk mengambil logistik.
 
"Tetapi mereka memaksa dan kami bersama teman-teman akhirnya bersitegang. Kami berusaha melerai tetapi kami malah diancam menggunakan parang," imbuh Agus. 
 
Tak ingin mengambil risiko, rombongan Agus kemudian pasrah. Logistik sembako yang terdiri dari mie instan, beras, air mineral, susu, dan lain sebagainya diambil paksa oleh para warga. 
 
Bahkan tak ada satupun logistik sembako yang disisakan. Meski begitu, rombongan tetap melanjutkan perjalanan ke lokasi gempa tanpa logistik.
 
"Kami sekarang memutar jalur melewati Mamasa, Sulbar untuk ke lokasi bencana. Sambil jalan kami mencari pasar dan membeli bahan-bahan sembako," pungkasnya.
 
Ia berharap para relawan yang hendak melintasi jalur tersebut ke lokasi untuk lebih waspada. Lebih baik, kata dia, melakukan koordinasi dengan kepolisian dan pihak TNI untuk dikawal.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top