BI Sulut Layani Penukaran Uang di Miangas

Bank Indonesia (BI) melakukan penukaran uang di Pulau Miangas sebagai bagian dari layanan untuk masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  12:25 WIB
BI Sulut Layani Penukaran Uang di Miangas
Tim Bank Indonesia dan TNI AL berfoto bersama usai memberikan bantuan sosial serta sosialisasi keaslian rupiah dan penukaran uang rupiah kepada masyarakat Pulau Miangas, Sabtu (12/10/2019). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, MIANGAS — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara menyambangi Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, untuk menggelar sosialiasasi, penukaran uang rupiah, serta penyerahan bantuan sosial.

Kedatangan tim Bank Indonesia (BI) merupakan bagian dari Layanan Kas Kepulauan BI ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) yang berlangsung pada 8-16 Oktober 2019. Kegiatan itu juga didukung oleh TNI AL yang turut memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Pulau Miangas, wilayah terluas Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Tim BI dan TNI AL yang menaiki kapal KRI Sultan Nuku tiba di Pulau Miangas pada Sabtu (12/10/2019) sekitar pukul 06.00 WITA. Kondisi gelombang tinggi membuat kapal tidak dapat bersandar sehingga harus menuju kawasan pantai dengan menggunakan kapal sekoci.

Warga melakukan penukaran uang lusuh kepada tim kas keliling Bank Indonesia di Kantor Desa Miangas, Sabtu (12/10/2019)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo

Sekitar pukul 09.00 WITA, Asisten Manager Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Sulut Maychel M. Rorie membuka acara yang berlangsung Kantor Desa Miangas. Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya kehadiran uang rupiah hingga di perbatasan.

“Jangan sampai di perbatasan uang rupiah tidak hadir. Itu simbol kesatuan,” jelas Maychel.

Dia menyatakan seluruh wilayah NKRI wajib menerima uang rupiah. Hal itu juga untuk menjaga stabilitas perekonomian.

Maychel mencontohkan penggunaan uang logam pecahan kecil. Apabila uang tersebut sudah tidak digunakan, maka akan memengaruhi harga barang di suatu wilayah.

“Kalau uang kecil sudah tidak ada akan mempengaruhi daya beli masyarakat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap menggunakan pecahan uang logam. Bank sentral menegaskan jenis pecahan tersebut masih dapat digunakan.

Dalam kesempatan itu, Kantor Perwakilan BI Sulut melayani penukaran uang lusuh dan uang logam bagi masyarakat di Pulau Miangas. Layanan itu diberikan langsung oleh petugas kas keliling BI yang juga dibantu personil dari Jakarta dan Gorontalo.

Selain itu, dilakukan juga penyerahan bantuan sosial BI kepada masyarakat Pulau Miangas. Dukungan yang diberikan khususnya kepada fasilitas kesehatan, rumah ibadah, sekolah, dan sarana pendukung lainnya.

Tim kas keliling Bank Indonesia menghitung uang yang ditukarkan warga Desa Miangas, Sabtu (12/10/2019)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo

Kepala Desa Miangas Yan Piter Lupa mengungkapkan total penduduk asli di wilayah itu sebanyak 779 orang. Mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan.

“Ada beberapa macam pekerjaan seperti tukang, petani, dan nelayan. Tetapi, nelayan 95 persen,” tuturnya.

Yan menyebutkan saat ini, sudah terdapat kantor unit salah satu bank pelat merah di Pulau Miangas. Namun, belum ada layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersedia.

Kendati demikian, layanan perbankan sempat terganggu akibat ditutupnya penerbangan dari Manado ke Miangas. Kondisi itu membuat pengiriman uang ke wilayah tersebut menjadi terganggu.

Yan menyambut positif kedatangan tim BI yang melakukan kas keliling hingga ke Miangas. Pihaknya berharap kegiatan itu dapat terus berlanjut dan diperbanyak frekuensinya dalam 1 tahun.

“BI sangat membantu terutama untuk penukaran uang picis [logam] karena di sini sudah tidak diterima,” paparnya.

Nonce Laleda (42 tahun), warga Desa Miangas, sudah tiga kali mengikuti layanan penukaran uang yang diselenggarakan BI di Pulau Miangas. Kali ini, dia menukarkan uang sebanyak Rp5 juta.

TNI AL memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat di Pulau Miangas, Sabtu (12/10/2019)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo

“Tahun lalu saya menukarkan Rp7 juta,” ungkap Nonce.

Dia mengumpulkan uang lusuh yang didapatkan dari berjualan kebutuhan sehari-hari. Menurut Nonce, saat ini, layanan perbankan yang ada di Pulau Miangas belum dapat memenuhi kebutuhan penukaran uang Hasil Cetak Sempurna (HCS).

“Senang bisa memegang uang bagus. Nantinya, uang itu akan digunakan sebagai kembalian masyarakat yang berbelanja di tempat saya,” jelasnya.

Selain kegiatan penukaran uang dan sosialisasi, layanan kesehatan juga diberikan oleh TNI AL. Sampai dengan pukul 12.00 WITA, puluhan masyarakat terlihat memadati pos pemeriksaan gratis yang juga berlokasi di Kantor Desa Miangas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, Rupiah

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top