Wings Air Batalkan Penerbangan Ternate-Morotai, karena Gunung Dukono Erupsi

Maskapai Wings Air membatalkan penerbangan dengan rute Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE) ke Bandar Udara Leo Wattimena, Morotai, Maluku Utara (OTI) dengan nomor IW-1172 dan Morotai ke Ternate bernomor IW-1171.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  19:13 WIB
Wings Air Batalkan Penerbangan Ternate-Morotai, karena Gunung Dukono Erupsi
Petugas otoritas bandara mengawasi aktivitas pesawat Wings Air sesaat setelah mendarat di Bandara Rar Gwamar, Dobo, Kepulauan Aru, Maluku, Rabu (29/3). - Izaac Mulyawan

Bisnis.com, MANADO—Maskapai Wings Air membatalkan penerbangan dengan rute Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE) ke Bandar Udara Leo Wattimena, Morotai, Maluku Utara (OTI) dengan nomor IW-1172 dan Morotai ke Ternate bernomor IW-1171.

Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan cancel flight dua penerbangan tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap dampak erupsi dan aktivitas Gunung Dukono, di Desa Mamuya, Maluku Utara.

“Keputusan tersebut dalam upaya memastikan keselamatan dan keamanan, dampak erupsi dan aktivitas Gunung Dukono, di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara bagian Utara, Maluku Utara. Material abu vulkanik dapat merusak pesawat, sehingga membahayakan penerbangan,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (25/6/2019). 

Dia menjelaskan saat ini operasional Bandar Udara Leo Wattimena ditutup mulai 24 Juni 2019 pukul 08.55 WIT hingga 26 Juni 2019 pukul 09.00 WIT. Dia mengatakan, pihaknya telah menginformasikan kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya dan akan memperbarui sesuai perkembangan terkini. 

“Sehubungan pembatalan penerbangan hari ini, Wings Air memberikan solusi kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya, antara lain penjadwalan ulang keberangkatan di hari berikutnya [reschedule] dan melakukan pengembalian dana [refund] menurut aturan yang berlaku,” katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa kondisi terganggunya operasional dari akibat gunung meletus termasuk force majeure yaitu keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan. 

Wings Air, lanjutnya, bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara dan pengatur lalu lintas udara setempat terkait hal ini. Operasional Wings Air juga akan menyesuaikan keputusan otoritas bandar udara. 

“Dalam operasional, Wings Air senantiasa mengutamakan faktor keselamatan sehingga dampak yang kemungkinan timbul dari kondisi tersebut dapat diminimalisir dan diantisipasi lebih awal,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wings air

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top