Pemprov Gorontalo Pacu Pertumbuhan Pariwisata

Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkan sejumlah strategi untuk menggenjot pertumbuhan sektor pariwisata pada tahun ini.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  18:26 WIB
Pemprov Gorontalo Pacu Pertumbuhan Pariwisata
Sejumlah wisatawan berenang bersama seekor Hiu Paus di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Minggu (21/4/2019). Pengamat mencatat bahwa puncak musim kedatangan kelompok Hiu Paus ke perairan tersebut yaitu pada bulan Mei dan Juni. ANTARA FOTO/Dian Bawenti/Aws -

Bisnis.com, MANADO—Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menggandeng leih banyak pihak swasta dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menggenjot pertumbuhan sektor pariwisata pada tahun ini.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo pada tahun lalu mencapai 971.100 wisatawan, yang terdiri dari wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 8.532 orang dan wisatawan nusantara (wisnus) 962.568 orang.

Dalam 3 tahun terakhir kunjungan wisatawan terus mengalami tren peningkatan positif. Pada 2016 jumlah kunjungan wisatawan ke Serambi Madinah mencapai 572.317 orang dan meningkat menjadi 789.969 orang pada 2017.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengatakan bahwa pada tahun ini Pemprov Gorontalo akan berupaya menjaga tren positif tersebut. Pihaknya agak menggencarkan promosi melalui berbagai media konvensional dan nonkonvensional.

“Di antaranya melalui kegiatan promosi pariwisata melalui media sosial, media cetak, dan media elektronik, serta turut serta pada forum-forum kepariwisataan dan pameran,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Kamis (9/5/2019).

Namun demikian, Idris mengutarakan salah satu tantangan yang dihadapi Pemprov Gorontalo adalah minimnya investasi di sektor pariwisata. Keterbatasan anggaran, minimnya kesadaran wisata masyarakat, dan terbatasnya sumber daya manusia di sektor pariwisata juga menjadi tantangan lain.

Menurutnya, dari sekitar 86 destinasi wisata yang ada di Gorontalo, baru dua destinasi yang dikelola oleh swasta dan selebihnya diekolola pemerintah. Sementara itu, dari total 984 sumber daya manusia pariwisata, baru sebanyak 297 orang yang tersertifikasi.

“Hal ini tentunya yang menjadi tantangan bagi kita untuk mengembangkan pariwisata Gorontalo yang lebih mendunia. Butuh kerja keras dan kerja cerdas dari seluruh pihak terkait untuk mengembangkannya, termasuk kesadaran masyarakat,” jelas Idris.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani mengatakan bahwa pihaknya memiliki sejumlah program inovasi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan secara nasional, dan di Gorontalo khususnya.

Rizki mengungkapkan, meski target jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2018 sebesar 17 juta wisatawan mancanegara tidak tercapai, tetapi dari perolehan devisa tahun 2018, sektor pariwisata mencapai 17,6 miliar US Dollar lebih tinggi dari target tahun lalu.

“Kita terus dorong upaya-upaya extra ordinary khususnya wilayah di Indonesia yang dekat dengan mancanegara untuk mencapai target jumlah wisatawan pada 2019,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, gorontalo

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top