Dua Agenda Gorontalo Masuk 100 Kalender Event Pariwisata Nasional

Dua agenda pariwisata Provinsi Gorontalo, yakni Karnaval Karawo dan Festival Danau Limboto dan masuk dalam 100 kalender event pariwisata nasional. Kedua acara tersebut akan digelar pada 6 Oktober 2019 dan 21-25 September 2019.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 24 April 2019  |  18:50 WIB
Dua Agenda Gorontalo Masuk 100 Kalender Event Pariwisata Nasional
Danau Limboto - kodam/wirabuana.mil.id

Bisnis.com, MANADO—Dua agenda pariwisata Provinsi Gorontalo, yakni Karnaval Karawo dan Festival Danau Limboto dan  masuk dalam 100 kalender event pariwisata nasional. Kedua acara tersebut akan digelar pada 6 Oktober 2019 dan 21-25 September 2019.

“Kami merasa bangga kalender pariwisata Gorontalo masuk dalam Top 100 Calender of Event Nasional. Kami dari Kementrian Pariwisata akan bersama sama dengan pemerintah daerah akan membangun pariwiaata Gorontalo,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Anang Sutoni di Bandung, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya, masuk ke dalam 100 event pariwisata nasional bukanlah perkara mudah. Beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya harus bersifat rutin digelar selama 3 tahun berturut-turut dan memiliki dampak pertumbuhan industri pariwisata.

“Apakah event tersebut memiliki communication value, commercial value dan creative value,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengharapkan Dinas Pariwisata Gorontalo untuk belajar tentang pengelolaan destinasi wisata dari Jawa Barat. Menurutnya, Jawa Barat telah jauh lebih baik dalam memaksimlalkan potensi pariwisata daerahnya.

Rusli juga mengajak kepada semua pihak untuk datang dan berinvestasi di Gorontalo. Potensi wisata laut seperti Olele, wisasata Hiu Paus, dan potensi alam sebagai ekowisata dinilai dapat menjadi tempat pariwisata yang berkembang di Gorontalo.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa generasi muda dapat menjadi pasar yang sangat potensial untuk mengembangkan wisata. Menurutnya, pengembangan pariwisata perlu melihat karakteristik generasi tersebut.

“Generasi Z, mereka menikmati seperlunya, foto-foto sebanyak banyaknya. Jadi mereka datang, mengantri, bayar, foto-foto, dapat like di instagram happy lahir dan batin,” ujarnya.

Menurutnya, ada tiga langkah yang dapat dilakukan untuk menggenjot pariwisata daerah. Pertama, memperbaiki akses potensi wisata. Kedua, meningkatkan standar pariwisata menjadi kelas nasional dan internaisonal. Ketiga, menciptakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata seperti Nusa Dua di Bali.

“Pariwisata itu bisnis kegembiraan. Jadi terjemahkan saja bagaimana bikin orang gembira. Contoh kegembiraan di kolong jembatan. Kita rubah kolong jembatan menjadi nyaman dan orang bisa bergembira,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, gorontalo

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top