Sulawesi Selatan Siapkan Rp17 Miliar Bangun SMK Holtikultura

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan membangun SMK Holtikultura pertama di wilayah ini pada 2024.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Holtikultura pertama di wilayah ini pada 2024 mendatang di Kabupaten Bone. Rencananya, sekolah ini akan difokuskan pada pengembangan holtikultura terutama terkait pengembangan budi daya pisang./Istimewa
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Holtikultura pertama di wilayah ini pada 2024 mendatang di Kabupaten Bone. Rencananya, sekolah ini akan difokuskan pada pengembangan holtikultura terutama terkait pengembangan budi daya pisang./Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Holtikultura pertama di wilayah ini pada 2024 mendatang di Kabupaten Bone. Rencananya, sekolah ini akan difokuskan pada pengembangan holtikultura terutama terkait pengembangan budi daya pisang.

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengatakan proyek ini sudah dianggarkan sebesar Rp17 miliar dalam APBD 2024. Rencananya mulai dibangun awal tahun dan ditarget rampung pada April 2024.

"Kita sudah anggarkan, kemungkinan mulai dibangun Januari atau Februari, rampungnya kemungkinan April. Kita persiapkan sekolah ini sudah bisa menerima siswa baru pada Juli 2024," ungkapnya, Kamis (21/12/2023).

Sekolah itu menjadi sarana pendukung pengembangan potensi pertanian di Sulsel, sesuai dengan fokus pemerintah pada 2024. Terutama pertanian yang menunjang budi daya pisang yang tengah menjadi program prioritas.

Apalagi pengembangan budi daya pisang di Kabupaten Bone menjadi salah satu yang diutamakan. Oleh karena itu pembangunan sekolah ini sangat sesuai dengan pengembangan sumber daya daerah di lokasi tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel Iqbal Najamuddin mengungkapkan jika SMK Holtikultura akan berdiri di lahan seluas 1 hektare, yang meliputi bangunan sekolah, ruang praktik siswa (RPS) dan lahan untuk praktik pertanian budi daya pisang.

Selain itu sekolah ini nantinya juga akan dilengkapi dengan laboratorium kultur jaringan yang akan mendukung program studi pengembangan hortikultura.

"Kita juga akan segera mempersiapkan tenaga pengajar yang akan ditempatkan di sekolah itu, supaya bisa segera beroperasi begitu pembangunannya selesai," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler