Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertamina DPPU Hasanuddin Kembangkan Suplemen Pertanian dan Perikanan

Kelompok Biotech Hasanuddin ini memproduksi probiotik yang kemudian dapat dikembangkan untuk kebutuhan pertanian dan perikanan.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 28 November 2022  |  10:12 WIB
Pertamina DPPU Hasanuddin Kembangkan Suplemen Pertanian dan Perikanan
Foto: kelompok Biotech Hasanuddin
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR – Pertamina sebagai perusahaan yang memegang teguh komitmen pemberdayaan masyarakat di wilayah operasionalnya, baru – baru ini meresmikan secara langsung kelompok Biotech Hasanuddin yang merupakan kelompok binaan wilayah operasional Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan.

Kelompok Biotech Hasanuddin ini memproduksi probiotik yang kemudian dapat dikembangkan untuk kebutuhan pertanian dan perikanan yang dibina oleh Pertamina Patra Niaga DPPU Hasanuddin yang bekerjasama dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros dan BRIN.

Pada peresmian yang dilakukan pada pekan lalu (19/11), Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto mengatakan program ini diinisiasi pada saat awal pandemi tahun 2019 lalu. “Program pengembangan produk pakan sinbiotik ini diawali dengan kami memanfaatkan bakteri probiotik untuk digunakan dalam memperbaiki kualitas air di DPPU Hasanuddin, namun berkat dukungan tim riset, ternyata probiotik dapat digunakan juga sebagai sarana penambah nutrisi untuk peternakan, pertanian dan perikanan, dari sana akhirnya kita bisa menggerakkan pemuda untuk membentuk kelompok ini,” ujarnya.

Hingga saat ini Kelompok Biotech Hasanuddin (Probiotik) telah memproduksi beberapa produk diantaranya Biostarter yang digunakan untuk perbaikan kualitas air yang ada di DPPU Hasanuddin, Bioactivator yang digunakan untuk membuat Biopestisida dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang nantinya digunakan untuk pertanian yang saat ini digunakan di Dusun Cindakko, Kabupaten Maros yang termasuk kategori daerah tertinggal.

Serta Pakan Sinbiotik (Paksin) yang digunakan dibidang budidaya perikanan di Kelompok Budidaya Ikan di Bontolempangan, Maros dan di Kelompok Rainbow Celebes, yang mengkonservasi ikan-ikan endemik Sulawesi. Bahkan pakan sinbiotik ini juga digunakan oleh beberapa petambak udang khususnya pada kaitannya dalam menjaga kelestarian udang windu khas Sulawesi Selatan yang terbukti baik sebagai pakan yang dapat meningkatkan kualitas udangnya.

Panen Raya Udang di Maros, Petambak Udang Rasakan Manfaat Pakan Sinbiotik

Sebagai program berkelangkutan dari pengembangan pakan Sinbiotik, pakan ini pun diaplikasikan di tambak udang kelompok budidaya ikan minasa sejahtera di daerah Kabupaten Maros. Pada Minggu (19/11) telah dilakukan panen raya di kelompok budidaya ikan minasa sejahtera bersama dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros dan BRIN.

"Kita saksikan panen Udang Windu atau yang biasa kita kenal dengan Black Tiger Shrimp. Udang ini adalah salah satu produk unggulan export Sulawesi selatan sekitar tahun 1999, tetapi karena telah banyaknya yang melakukan budidaya secara intensif dan kurang memikirkan lingkungan, sehingga mengakibatkan akumulasi bahan kimia di lingkungan dan menjadikan kurangnya produktivitas di lahan lahan budidaya," katanya.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, kelompok budidaya ikan minasa sejahtera hanya merupakan percontohan. Untuk itu, dengan melihat dan merasakan sendiri hasil dari pakan sinbiotik yang telah digunkaan, diharapkan tambak-tambak yang ada di sekitar tambak ini ikut tertarik menggunakan pakan sinbiotik sehingga dapat mengembalikan kejayaan Udang Windu atau Black Tiger Shrimp di Sulawesi selatan.

H. Bustamin, Ketua Kelompok Budidaya Ikan Minasa Sejahtera pun mengatakan dengan menggunakan pakan sinbiotik, ukuran udang miliknya pun bertambah besar dari biasanya. “Setelah menggunakan pakan sinbiotik, udang di tambak saya bertambah dari yang tadinya per kilogram 30 ekor udang, sekarang per kilogram bisa 22 ekor udang. Dan saya juga kaget, biasanya musim-musim penghujan atau peralihan seperti ini bukan musim budidaya perikanan, namun bisa disaksikan sendiri tadi bersama melakukan panen dari Benur yang ditebar bulan September. Berarti ketahanan udang untuk hidup tanpa perlakuan cukup bagus dengan menggunakan Pakan Sinbiotik ini,” tambahnya.

Di akhir, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengucapkan terima kasihnya kepada Tim Riset dan Development Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros dan BRIN serta Kelompok Biotech Hasanuddin (Probiotik) Binaan DPPU Hasanuddin yang telah berhasil bersinergi membuat produk yang kaya akan manfaat untuk memajukan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat Maros yang rata-rata bergerak di bidang pertanian dan perikanan.

"Semoga melalui kerjasama ini diversifikasi produk-produk yang telah dibuat semakin berkembang, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan perikanan sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian di masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Maros," pungkas Erwin.

Program CSR Pertamina DPPU Hasanuddin ini merupakan bentuk nyata dalam mengimplementasikan program environmental, social, and corporate governance (ESG) sekaligus dukungan terhadap sustainable development goals (SDGs) poin ke 14 terkait ekosistem laut dan poin ke 8 untuk pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertamina Patra Niaga lingkungan
Editor : Media Digital
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top