Performa Perbankan Sulsel, Begini Kinerjanya

Total aset perbankan tumbuh 5,07 persen (yoy), terdiri dari aset Bank Umum Rp165,54 triliun dan aset BPR Rp3,12 triliun.
Pegawai merapikan uang rupiah./Bisnis-Himawan L Nugraha
Pegawai merapikan uang rupiah./Bisnis-Himawan L Nugraha

Bisnis.com, MAKASSAR — Industri perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) tumbuh positif hingga September 2022. Total aset perbankan di wilayah ini tumbuh 5,07 persen (yoy) atau mencapai Rp168,66 triliun. Terdiri dari aset Bank Umum Rp165,54 triliun dan aset BPR Rp3,12 triliun.

Berdasarkan kegiatan bank, aset perbankan konvensional Rp156,73 triliun dan aset perbankan syariah Rp11,93 triliun.

Kinerja intermediasi perbankan Sulsel juga terjaga pada level yang tinggi dengan loan to deposit ratio (LDR) 116,90 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level aman 3,14 persen. Berdasarkan jenis bank, NPL bank umum sebesar 3,13 persen, sedangkan NPL BPR sebesar 3,55 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) Darwisman mengatakan penyaluran kredit perbankan tercatat tumbuh 7,15 persen (yoy) menjadi Rp136,08 triliun, terdiri dari kredit produktif Rp73,61 triliun dan kredit konsumsi Rp62,35 triliun.

Berdasarkan sektor lapangan usaha, pertumbuhan kredit dengan share tertinggi yakni sektor perdagangan 26,01 persen, kemudian sektor petanian, perburuan dan kehutanan 5,89 persen, dan sektor konstruksi 4,07 persen.

Adapun pada sektor bukan lapangan usaha, kredit untuk pemilikan peralatan rumah tangga lainnya dan untuk pemilikan rumah tinggal tumbuh masing-masing 0,36 persen yoy dan 9,20 persen yoy dengan share masing-masing 19,78 persen dan 13,95 persen.

"Adapun penghimpunan DPK tumbuh 4,60 persen dengan nominal Rp110,27 triliun, terdiri dari giro Rp16,36 triliun, tabungan Rp64,63 triliun, dan deposito Rp29,27 triliun," ungkap Darwisman, Senin (31/10/2022).

Berdasar realisasi kredit kepada UMKM di Sulsel, tumbuh 23,66 persen (yoy) menjadi Rp53,41 triliun. Pertumbuhan tertinggi pada kredit usaha kecil 20,78 persen (yoy) menjadi Rp17,67 triliun.

Adapun kredit usaha menengah tumbuh 5,55 persen menjadi Rp13,57 triliun namun kredit usaha mikro menurun 17,89 persen menjadi 10,74 triliun.

Sementara tren kredit restrukturisasi menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Total kredit restrukturisasi bank umum posisi September 2022 sebesar Rp18,9 triliun, turun sebesar Rp5,5 triliun atau 22,35 persen jika dibandingkan posisi Desember 2021.

"Penurunan kredit restrukturisasi sebagian besar terjadi di hampir seluruh sektor ekonomi. Hal ini menunjukkan pemulihan perekonomian wilayah Sulawesi Selatan semakin membaik," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper