Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sulsel Ekspor Perdana Rempah-rempah ke Sejumlah Negara

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pelepasan ekspor perdana dengan nilai yang cukup besar untuk komoditas rempah-rempah merupakan hal yang baru.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 13 April 2021  |  08:55 WIB
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan pelepasan ekspor perdana rempah-rempah, pupuk buat guano, dan komoditas unggulan Sulsel di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Senin (12/4/2021). - Bisnis/Andini Ristyaningrum
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan pelepasan ekspor perdana rempah-rempah, pupuk buat guano, dan komoditas unggulan Sulsel di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Senin (12/4/2021). - Bisnis/Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, MAKASSAR - Sulawesi Selatan memperkuat peluang ekspor sejumlah komoditas baru ke 10 negara Asia, Amerika, dan Eropa, dengan salah satu komoditas unggulan rempah-rempah dan pupuk pat guano.

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Ashari Faskhiri Radjamilo menjelaskan ekspor perdana rempah-rempah dan pupuk pat guano melibatkan 14 eksportir dengan volume 1.488 ton senilai nilai US$ 3,44 juta atau setara dengan Rp49,9 miliar.

Komoditas yang diekspor secara terperinci yakni kemiri, kayu manis, ketumbar, pupuk bat guano. Selain itu ada juga rumput laut, ikan segar, gurita, carragenan, mete kupas, daging kepiting, udang olahan, udang segar dan cumi.

"Untuk rempah-rempah berasal dari beberapa sentra penghasil di Sulsel, seperti Kabupaten Pinrang, Enrekang dan juga Bone," ungkap Ashari, pada pelepasan ekspor di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Senin (12/4/2021).

Adapun negara tujuan ekspor perdana tersebut yakni Hongkong, Amerika Serikat, China, Italia, Kanada, Rusia, Perancis, Jepang, Australia, dan Korea Selatan.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pelepasan ekspor perdana dengan nilai yang cukup besar untuk komoditas rempah-rempah merupakan hal yang baru.

"Ini adalah ekspor perdana akan menjadi stimulan awal. Artinya, ke depan kita akan lebih tahu pasar untuk ekspor komoditas ini. Terlebih, jika Makassar New Port (MNP) sudah jadi dan berjalan normal. Kita kan sudah direct call," jelas Sudirman.

Ekspor perdana yang dilakukan kali ini, diyakini mampu memperbaiki kinerja eksportasi Sulsel. Apalagi merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel nilai ekspor Sulsel pada Februari 2021 mencapai US$108,78 juta atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebanyak 46,92 persen.

"Kita harap ekspor kita bisa terus meningkat di masa mendatang. Sehingga bisa memperbaiki neraca perdagangan. Termasuk dalam memperbaiki perekonomian setelah dihantam pandemi," kata Sudirman.

Direktur Utama PT Pelindo IV Prasetyadi menyatakan siap untuk terus mendukung program pemerintah guna menggenjot pertumbuhan ekonomi baik daerah maupun nasional. Sulsel sebagai hub di timur Indonesia, dinilai memiliki kontribusi besar dalam mewujudkannya.

"Kita berharap volumenya bisa terus meningkat. Saat ini di Makassar memang baru 5 persen ekspor impornya," ungkap Prasetyadi

Beroperasinya MNP secara normal nantinya juga diharap bisa mendorong aktivitas eksportasi di Sulsel. Apalagi lanjut Prasetyadi, MNP menjadi salah satu pelabuhan setelah Tanjung Priok yang mampu menampung kapal dengan ukuran besar hingga 400 meter.

Prasetyadi menyebut, akan ada rute baru yang dibuka untuk pada ekspor secara global. Di antaranya Asia Timur dan Australia, di mana kedua wilayah tersebut juga akan menjadi sasaran ekspor untuk sejumlah komoditas andalan Sulsel. (k36)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor sulsel
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top