Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Geliat Ekspor, 32 Perusahaan di Sulsel Tembus Pasar Global

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menggenjot kinerja ekspor. Meski masih dihantui pandemi Covid-19, hal itu tidak menghalangi para Sulsel untuk memacu kinerja ekspor di masa pandemi.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  08:56 WIB
Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Didid Noordiatmoko (tengah) bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (kanan) melakukan pelepasan ekspor sejumlah komoditi dari 32 perusahaan pada Pelepasan Ekspor Global di Pelabuhan Peti Kemas Makassar, Jumat (4/12 - 2020). Bisnis/Andini Ristyaningrum.
Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Didid Noordiatmoko (tengah) bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (kanan) melakukan pelepasan ekspor sejumlah komoditi dari 32 perusahaan pada Pelepasan Ekspor Global di Pelabuhan Peti Kemas Makassar, Jumat (4/12 - 2020). Bisnis/Andini Ristyaningrum.

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menggenjot kinerja ekspor. Meski masih dihantui pandemi Covid-19, hal itu tidak menghalangi para Sulsel untuk memacu kinerja ekspor di masa pandemi.

Melalui ekspor serentak yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan RI, tercatat ada 32 perusahaan asal Sulsel yang turut andil pada kegiatan bertajuk 'Pelepasan Ekspor Pasar Global ini. Secara resmi pelepasan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, Jumat (4/12/2020).

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyatakan secara total komoditi yang diekspor dari 32 perusahaan tersebut mencapai 3.681 ton. Dari total tersebut 60 persen di antaranya merupakan mineral berupa nikel. Lalu komoditi rumput laut, dan sejumlah komoditi lainnya.

"Beberapa di antaranya memang merupakan komoditi baru. Salah satunya itu kemiri yang kita dorong UMKM. Kita bersyukur Sulsel masih bisa terlibat dalam pelepasan ekspor global dengan 32 eksportir," jelas Nurdin saat melakukan pelepasan ekspor di Terminal Peti Kemas Makassar.

Secara total, nilai ekspor dari seluruh komoditi tersebut yakni mencapai USD 6,75 juta atau setara dengan Rp95,72 miliar (kurs Rp14.160). Adapun 15 negara tujuan di antaranya, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Tiongkok, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Rusia, Singapura, Taiwan, dan Vietnam.

Hal tersebut kata Nurdin menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia termasuk Sulsel bisa segera pulih dan kembali bergelora pada seluruh aspek. Dari sisi eksportasi sendiri, kinerja ekspor Sulsel selama masa pandemi Covid-19 masih mampu bertumbuh di angka 11 persen.

"Intinya, prioritas kami adalah mengembangkan produk-produk daerah untuk diekspor. Pemprov Sulsel siap bekerjasama dengan semua pihak dan para pemangku kepentingan agar perdagangan di provinsi dapat dimaksimalkan dan terus ditingkatkan," terang Nurdin.

Hadir dalam pelepasan ekspor di Makassar, Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Didid Noordiatmoko. Dalam kesempatan ini Didid menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku usaha yang berhasil melakukan ekspor di tengah pelemahan ekonomi global akibat pandemi Covid-19.

"Sulsel ini merupakan yang paling besar berkontribusi pada pelepasan ekspor global ini. Sulsel memiliki potensi yang besar sehingga ekspornya dapat terus ditingkatkan," ungkap Didid.

Ia mengaku optimistis, dengan geliat ekspor yang perlahan membaik akan turut mendorong perbaikan ekonomi nasional. Tentunya diperlukan kerja sama dari seluruh pihak untuk tetap bekerja keras. Kendati demikian, Didid mengakui kinerja ekspor di tahun ini memang tidak sebaik tahun sebelumnya.

Namun, setidaknya masih ada upaya yang dilakukan untuk tetap mempertahankan roda perekonomian agar tetap bergerak. Apalagi secara serentak pelepasan ekspor global ini dilakukan di 16 provinsi di Indonesia dengan total perusahaan yang ikut terlibat yakni sebanyak 133 perusahaan. (k36)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top