Sulsel Bangun Kawasan Industri Modern di Selatan Makassar

Sulsel tengah merancang pembangunan kawasan industri modern. Wilayah selatan Makassar menjadi sasaran empuk pemerintah untuk mengembangkan kawasan tersebut dengan konsep terpadu.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  18:20 WIB
Sulsel Bangun Kawasan Industri Modern di Selatan Makassar
Ilustrasi kawasan industri. - Dok. Kemenperin

Bisnis.com, MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulsel tengah merancang pembangunan kawasan industri modern. Wilayah selatan Makassar menjadi sasaran empuk pemerintah untuk mengembangkan kawasan tersebut dengan konsep terpadu.

Adapun daerah yang dipilih yakni Kabupaten Bantaeng. Yang mana sebelumnya, pemerintah pusat telah menetapkan daerah itu untuk membangun Kawasan Industri Bantaeng (Kiba). Program itu tertuang dalam rencana kerja Presiden Joko Widodo sebagai proyek strategis nasional (PSN) dengan total anggaran sebesar Rp45,5 miliar.

Kiba sendiri mulai dibangun sejak 2015 lalu, kini Pemprov Sulsel berupaya untuk menggandeng PT Kawasan Industri Makassar (Kima). Rencana itu mengemuka pasca pertemuan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama Plt Direktur Utama PT Kima Muhammad Mahmud, serta Bupati Bantaeng Ilham Syah Asikin.

"Kami menawarkan untuk mendesain Kiba menjadi kawasan industri modern dengan konsep industri terpadu. Ada industri dan ada juga kawasan untuk rekreasi," jelas Mahmud, Senin (20/1/2020).

Menurutnya, kawasan industri modern menjadi proyek yang potensial dikembangkan. Seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat Indonesia, termasuk Sulsel di masa mendatang. Salah satu gambarannya kata Mahmud bisa dilihat dari sektor transportasi.

Lima tahun ke depan dapat diprediksi masyarakat akan beralih dari penggunaan kendaraan berbahan dasar bensin ke berbahan dasar baterai atau elektrik. Olehnya itu, Kiba akan didorong menjadi kiblat untuk pengembangan industri baterai.

"Sebagai langkah awal kami meminta Pak Gubernur untuk mengajak brand kendaraan Toyota untuk membangun industri baterai di Bantaeng," kata Mahmud.

Kawasan Industri Bantaeng memambg telah dibangun sejak Nurdin Abdullah masih menjabat sebagai Bupati Bantaeng. Karenanya setelah menjabat sebagai gubernur, ia berkomitmen untuk tetap membackup sepenuhnya pengembangan Kuba.

Nurdin menjamin atas kemudahan lahan yang akan diperoleh PT Kima nantinya. Hal itu juga menjadi peluang bagi PT Kima untuk memperluas jaringan bisnisnya. Di mana menurut Nurdin, akan sulit bagi PT Kima jika tetap ingin bertahan di Kota Makassar.

"Kima tisak bisa lagi berkembang di Makassar. Karena harga tanah sudah sangat mahal hingga jutaan rupiah per mwter persegi. Di Bantaeng harga lahan masih kisaran Rp100 ribu per meter persegi," jelas Nurdin.

Menurut Nurdin, Bantaeng menjadi sasaran untuk pengembangan pusat industri modern, sebab sudah memiliki izin Kepres dan izin industri. Pengembangan pusat industri modern di Bantaeng juga didukung dari sisi wilayah yang strategis dan fasilitas yang dinilai cukup memadai.

Pemkab Bantaeng diminta membebaskan lahan yang dibutuhkan seluas 3.186 hektare. Saat ini lahan yang sudah bebaskan yakni seluas 340 hektare. Termasuk lokasi untuk industri smelter yang saat ini mulai beroperasi.

"Kita akan kembanhkan Kima II di Bantaeng, dengan penyiapan lahan. Intinya kawasan industri yang betul-betul modern. Saya kira kita sudah bulatkan tekad kita jadikan kawasan industri baru di Bantaeng," terang Nurdin.

Bupati Bantaeng, Ilham Syah Asikin mengaku siap untuk melanjutkan proyek tersebut. Potensi kehadiran investor melalui proyek kasawan industri nodern dianggap cukup besar. Sebab sudah ada kepastian, baik dari Pemkab Bantaeng maupun Pemprov Sulsel.

"Pada prinsipnya kami yakin dengan rencana ini. Apalagi dengan potensi Kima sangat besar untuk pengelolaan di Bantaeng," kata Ilham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
makassar, kawasan industri

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top