Harga Kopra Terpuruk, KEK Bitung Diharapkan Tampung Industri Berbahan Baku Kelapa

Pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung untuk pengembangan industri pengolahan kelapa diyakini dapat menjadi solusi guna mendongkrak harga kopra yang tengah anjlok di Sulawesi Utara.
Deandra Syarizka | 30 November 2018 16:49 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih saat menyampaikan kuliah umum bertajuk Peluang dan Tantangan Kawasan Ekonomi Khusus di Era Industri 4.0 di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima), Jumat (30/11) - Bisnis/Deandra Syarizka

Bisnis.com, MANADO—Pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung untuk pengembangan industri pengolahan kelapa diyakini dapat menjadi solusi guna mendongkrak harga kopra yang tengah anjlok di Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih saat menyampaikan kuliah umum bertajuk Peluang dan Tantangan Kawasan Ekonomi Khusus di Era Industri 4.0  di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima), Jumat (30/11).

Karyanto menyatakan telah banyak menerima keluhan dari petani kopra mengenai lesunya harga komoditas tersebut di pasar dunia. Namun, menurutnya Kemendag sulit untuk membuat regulasi yang mengatur harga tersebut, karena pihaknya hanya memiliki kewenangan untuk menjaga stabilitas harga komoditas pokok yang langsung menyentuh konsumen.

“Dalam hukum ekonomi kan harga naik kalau demand banyak. Dalam KEK akan ada industri yang mengolah kelapa menjadi tidak hanya minyak dan tepung. Kalau [produknya] bukan hanya minyak, pasti harga naik,” ujarnya Jumat (30/11/2018).

Dia menambahkan, dari total 12 KEK yang tersebar di Indonesia, Mandalika menjadi salah satu KEK yang dinilai telah berjalan dengan baik. Sementara sisanya seperti KEK Bitung belum menujukkan perkembangan berarti. Padahal, semula KEK Bitung ditargetkan untuk beroperasi pada Mei 2018 ini.

“Kalau KEK Bitung beroperasi, ini jawaban untuk solusi harga kopra lebih tinggi,” jelasnya.

Pembantu Rektor Bidang Akademik Unima Siska Kairupan menjelaskan, saat ini petani kelapa sangat terpukul dengan harga kopra yang anjlok. Bahkan, di sejumlah perkebunan harga jual kopra tak lagi sanggup menutupi biaya operasional dan memenuhi kebutuhan sehari-hari petani kelapa.

“Mudah-mudahan program KEK Bitung dapat memberikan solusi kepada petani, berupa diversifikasi bahan baku kelapa. Bukan hanya untuk minyak dan tepung, tetapi mungkin potensi sabut kelapa untuk jok mobil, dan lain-lain,” jelasnya.

 

Tag : kopra
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top