Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MA Tolak Kasasi KPU, Wali Kota Petahana Didiskualifikasi dari Pilkada Kota Makassar

Mahkamah Agung (MA) menolak secara penuh permohonan kasasi yang diajukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar perihal sengketa Pilkada Kota Makassar.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 23 April 2018  |  14:59 WIB
MA Tolak Kasasi KPU, Wali Kota Petahana Didiskualifikasi dari Pilkada Kota Makassar
Ilustrasi Pilkada. - JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR -- Mahkamah Agung (MA) menolak secara penuh permohonan kasasi yang diajukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar perihal sengketa Pilkada Kota Makassar.

Putusan tersebut menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar yang memerintahkan KPU Makassar untuk mendiskualifikasi pasangan nomor urut 2 yakni Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari dalam kontestasi Pilkada Kota Makassar 2018.

Dalam amar putusan nomor perkara No.250 K/TUN/PILKADA/2018, yang dibacakan Senin (23/4/2018), atas pemohon KPU Kota Makassar dan termohon 1 pasangan Munafri Arifuddin dan Rachmatika Dewi, MA menyatakan menolak permohonan secara keseluruhan.

Dengan demikian, Pilkada Kota Makassar hanya diikuti oleh satu pasangan calon yakni Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi.

Adapun putusan PT TUN sebelumnya adalah dikabulkannya gugatan pasangan Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewai (Appi-Cicu) yang menyatakan pembatalan keputusan KPU terkait penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari serta memerintahkan tergugat mencabut keputusan penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota. 

Tergugat juga diminta menerbitkan keputusan pembaruan yang hanya menetapkan Appi-Cicu sebagai pasangan calon tunggal dan terakhir membebani biaya perkara kepada tergugat sebesar Rp 319.000.

Putusan ini tidak diterima KPU Makassar, yang kemudian mengajukan permohonan kasasi ke MA.

Perlu diketahui, dasar gugatan pasangan calon nomor urut 1 ke PT TUN Makassar adalah tindakan Mohammad Ramdhan Pomanto yang dinilai memanfaatkan momen sebagai petahana di Pilkada Kota Makassar. Salah satunya dengan membagi-bagikan telepon seluler kepada pengurus RT/RW menjelang pendaftaran dirinya sebagai peserta calon wali kota (cawalkot).

Sebagai informasi, Mohammad Ramdhan Pomanto merupakan Wali Kota Makassar petahana yang kembali maju dalam kontestasi melalui jalur perseorangan serta dukungan dari Partai Demokrat.

Sementara itu, cawalkot nomor urut 1 yakni Munafri Arifuddin merupakan pengusaha yang juga tercatat dalam jajaran Direksi Bosowa Group sekaligus sebagai menantu dari Aksa Mahmud, ipar Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar pilkada
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top