Pemprov Sulut Perkuat Objek Wisata di Kabupaten dan Kota

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menekankan penguatan destinasi wisata yang ada di kabupaten dan kota untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik atau nusantara.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  21:15 WIB
Pemprov Sulut Perkuat Objek Wisata di Kabupaten dan Kota
Turis China pengunjung Pulau Gangga, Sulawesi Utara, berfoto di spot yang telah disiapkan oleh pengelola, Kamis (30/1/2020). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com,MANADO— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menekankan penguatan destinasi wisata yang ada di kabupaten dan kota untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik atau nusantara.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dipimpin Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menggelar rapat koordinasi yang turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Sulut Henry Kaitjily, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Daniel Mewengkang, dan Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata Dino Gobel, Selasa (11/2/2020).

Dalam pertemuan itu, Steven menekankan fokus penguatan branding Sulut sebagai destinasi wisata menyenangkan dan aman. Dengan demikian, akan semakin banyak wisatawan mancanegara dan domestik yang datang ke Bumi Nyiur Melambai.

Dia menyebut terdapat tigal utama yang ditekankan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Pertama, penguatan pasar domestik harus disinergikan dengan pengelolaan destinasi wisata di kabupaten dan kota. 

“Sehingga akan banyak atraksi objek wisata di daerah bisa lebih dihidupkan,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (11/2/2020).

Steven mencontohkan hasil kunjungannya ke Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan dan Danau Mooat di Kabupatan Bolaang Mongondow Timur. Menurutnya, dua objek itu merupakan destinasi yang menarik namun belum diperhatikan.

“Ayo kelola destinasi ini dan ajak asosiasi industri wisata ikut jualan paket di sana,” jelasnya.

Adapun, dia juga mengingatkan agar Dispar Sulut serius dan fokus menata objek wisata milik Pemprov seperti Gunung Tumpa, Bukit Kasih, dan Sumari Endo. 

Steven menyebut hal yang ditekankan yakni pengelolaan destinasi. Pihaknya meminta keterlibatan asosiasi industri wisata yang ada di Sulut.

“Mereka menjual paket wisata di destinasi yang ada sehingga saat turis tiba dengan sendirinya pasar wisata sudah tercipta dan manfaatnya akan dirasakan masyarakat lokal. Tetapi, target turis domestik dengan aneka paket wisata yang disiapkan harus yang anti mainstream,” tuturnya.

Faktor selanjutnya yang ditekankan yakni repositioning pasar wisata turis asing yang kini tengah digarap. Menurutnya, Pemprov Sulut mengincar kunjungan wisman selain dari China seperti Ausralia, Jepang, dan Korea.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulut

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top