Pembangkit Listrik Total 1.012 MW akan Dibangun di Sulut dan Gorontalo

Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun pembangkit listrik dengan total kapasitas 1.000 megawatt (MW) sampai dengan 2026–2027. Fasilitas itu akan tersebar dari Sulut hingga Gorontalo.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 25 September 2019  |  18:26 WIB
Pembangkit Listrik Total 1.012 MW akan Dibangun di Sulut dan Gorontalo
Suasana di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Binary Cycle 500 KiloWatt yang berlokasi di Lahendong, Tomohon, Sulawesi Utara, Senin (21/1/2019). - Bisnis/Lukas Hendra

Bisnis.com, MANADO — Pemerintah Provinsi Sulut dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan sejumlah pembangkit dengan total kapasitas 1.012 megawatt akan dibangun di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo hingga 2027 untuk mendukung serangkaian proyek infrastruktur yang tengah dipacu.

Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral Jantje Rau menjelaskan bahwa saat ini kondisi kelistrikan di Bumi Nyiur Melambai dalam status aman. Pihaknya mengklaim daya listrik yang tersedia sudah mencukupi bahkan melebihi kebutuhan.

Bahkan, Jantje mengungkapkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun pembangkit listrik dengan total kapasitas 1.012 megawatt (MW) sampai dengan 2026–2027. Fasilitas itu akan tersebar dari Sulut hingga Gorontalo.

Beberapa waktu lalu, dia menyebut Pemprov Sulut dan PLN juga telah meneken nota kesepahaman.

“Gubernur Sulut [Olly Dondokambey] meminta kepada PLN untuk berada di di depan dalam membangun pembangkit listrik. Artinya, PLN sudah masuk sejak tahap perencanaan,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu (25/9/2019).

Jantje mengungkapkan secara khusus Gubernur menekankan kebutuhan listrik untuk pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang dan Bitung. Kebutuhan daya untuk dua kawasan itu menurutnya mencapai 150 MW dalam 5 tahun ke depan.

Dia menyatakan Pemprov terus memacu pembangunan pembangkit listrik di Sulut. Apalagi, Gubernur telah mengundang sebanyak-banyaknya investor untuk berinvestasi di Bumi Nyiur Melambai.

“Ke depan, akan banyak investor yang masuk ke Sulut dan yang pasti PLN akan membantu dan menjamin ketersediaan listrik,” imbuhnya.

Sementara itu, pembangkit listrik tenaga uap Sulbagut-1 di Provinsi Gorontalo berkapasitas 2x50 megawatt ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2020.

Pengembangan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sulbagut-1 berkapasitas 2x50 megawatt (MW) dilakukan oleh PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP), entitas anak PT Toba Bara Sejahtra Tbk. GLP didirikan sejak 2016 dan berlokasi di Provinsi Gorontalo.

Elisabeth Novi S. Aruan, Corporate Secretary Toba Bara Sejahtra mengungkapkan pembangunan PLTU Sulbagut-1 masih dalam penyelesain konstruksi. Pihaknya mengklaim progres pekerjaan hingga saat ini masih sesuai dengan jadwal perseroan.

“[Commercial operation date] PLTU Sulbagut-1 2020,” jelasnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, emiten berkode saham TOBA itu telah memperoleh power purchase agreement (PPA). Perjanjian itu berdurasi kontrak 25 tahun melalui skema independent power producer (IPP).

Selain PLTU Sulbagut-1, TOBA juga tengah mengembangkan PLTU Sulut-3 berkapasitas 2x50 MW. Proyek itu digarap melalui entitas anak PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL).

Elisabeth menyebut PLTU Sulut-3 juga tengah dalam proses konstruksi. Pihaknya memproyeksikan pembangkit itu dapat beroperasi secara komersial pada 2021.

Dia menyatakan keberadaan dua PLTU itu akan memberikan dampak positif kepada masyarakat di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Artinya, fasilitas itu akan mendukung kebutuhan listrik wilayah tersebut.

“Bagi perseroan sendiri diharapkan dapat menyumbang Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization [EBITDA] dari sektor kelistrikan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembangkit listrik

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top