OJK Genjot Jumlah Investor Retail di Sulsel

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggenjot pertumbuhan investor retail (individu) di Sulawesi Selatan untuk menjadi penopang pasar modal.
Sitti Hamdana R
Sitti Hamdana R - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  19:15 WIB
OJK Genjot Jumlah Investor Retail di Sulsel
Karyawan melintas di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggenjot pertumbuhan investor retail (individu) di Sulawesi Selatan untuk menjadi penopang pasar modal.

 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, mengatakan bahwa investor retail terbesar saat ini masih didominasi di Jakarta yaitu sekitar 80%, sementara selebihnya terbagi di daerah lainnya.

 

Menurut Hoesen, sejumlah kebijakan pun diputuskan untuk memudahkan masyarakat berinvestasi secara individu (retail) seperti memperkecil satuan harga saham dan mempermudah pembukaan rekening efek.

 

"Ini adalah inisiatif untuk mengembangkan investor lebih banyak. Informasinya mudah dijangkau, dan di Sulsel sendiri ada sebanyak sekitar 12 galeri investasi untuk memberikan manfaat bagi semua pihak sehingga penyebaran informasi pasar modal tepat sasaran serta dapat memberikan manfaat yang optimal," jelas Hoesen.

 

Tak hanya sebatas menggeber peningkatan investor retail, perusahaan lokal di Sulsel juga didorong untuk menawarkan sahamnya di pasar modal.

 

"Ini menjadi pekerjaan rumah, bagaimana perusahaan di daerah bisa besar dan tumbuh dibiayai oleh masyarakat. Jangan hanya di Jakarta atau Jawa. Tidak ada satupun konglomerasi di Indoneaia yang tidak IPO. Apalagi sekarang sudah ada regulasi IPO hanya seharga Rp 10 milyar, tidak perlu lagi melebihi Rp 1 triliun," papar Hoesen.

  

Lanjutnya, konsep infrastruktur terkait pasar modal pun dimatangkan untuk meminimalkan resiko masyarakat terperdaya oleh investasi bodong yang otomatis merugikan.

  

"Sekarang ini Smsetiap investor pinya SID bisa diakses oleh oemirik rekening, kalau disalahgunakan bisa dilapor. Perlindungan infrastruktur ini untuk melindungi masyarakat dan literasi pasar modal juga sedang kita giatkan," ujar Hoesen.

 

 Sementara itu, Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi, mengatakan, minat masyarakat di Sulawesi Selatan untuk berinvestasi di pasar modal cukup tinggi, terbukti dengan peningkatan investor yang signifikan.

 

"Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2019, jumlah investor di Sulsel yaitu sebanyak 36.024 meningkat 69,8% dari tahun lalu yang hanya sekitar 21.206," jelasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ojk, sulsel

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top