Parepare Gagas Ekonomi Berdasar Teori Telapk Kaki

Wali Kota Parepare M Taufan Pawe mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang dipimpinnya dengan menggagas teori pembangunan 'Telapak Kaki'.
Sitti Hamdana R.
Sitti Hamdana R. - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  12:56 WIB
Parepare Gagas Ekonomi Berdasar Teori Telapk Kaki
Monumen Habibie Ainun. - Wikipedia

Bisnis.com, MAKASSAR — Wali Kota Parepare M Taufan Pawe mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang dipimpinnya dengan menggagas teori pembangunan 'Telapak Kaki'.

Pembangunan dengan teori yang dinilai cukup unik itu bermakna, menarik kunjungan masyarakat, baik untuk berwisata maupun untuk tujuan lainnya seperti pendidikan.

Olehnya itu, jelas Taufan, pembangunan 'Telapak Kaki' ini digerakkan melalui pembangunan secara multi sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, pariwisata, infrastruktur, lingkungan, hingga sosial budaya.

Sekretaris Bappeda Parepare, EW Ariyadi, menambahkan, melalui pembangunan teori 'Telapak Kaki', Parepare mampu menjadi kota yang memiliki magnet untuk dikunjungi.

Ariyadi menjelaskan, sejumlah aset telah didirikan untuk mendorong jumlah kunjungan, di antaranya pembangunan Monumen Cinta Sejati Habibie dan Ainun yang sekarang menjadi ikon Kota Parepare, dan Tonrangeng River Side yang menjadi pionir wahana medical tourism.

"Tak hanya itu juga telah didirikan destinasi pariwisata lima dimensi di Kawasan Sungai Karajae, dimana pengunjung disajikan lima objek wisata menarik dengan harga tiket yang sangat terjangkau," papar Ariyadi, Kamis (20/6/2019).

Pembangunan teori 'Telapak Kaki' pada akhirnya diharapkan akan menjadikan Parepare bukan lagi sekadar kota transit tetapi menjadi kota tujuan.

Baru-baru ini, Wali Kota Parepare Taufan Pawe pun mendapat penghargaan berkat penerapan teori pembangunan 'Telapak Kaki' itu dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dalam kategori government entreprenuer. Dalam pemerintahannya, Taufan menerapkan birokrasi yang berwawasan entrepreneurship.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulsel

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top