Sulsel Jajaki Ekspor Lima Komoditas Baru

Komoditas baru yang saat ini tengah didorong seperti, saus cabai, kemiri, kecap, pisang kepok, kenari dan bawang merah mulai banyak permintaan.
Andini Ristyaingrum
Andini Ristyaingrum - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  17:34 WIB
Sulsel Jajaki Ekspor Lima Komoditas Baru
Cabai diproyeksikan jadi komoditas ekspor Sulsel. - ANTARA/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini tengah menggenjot pertumbuhan ekspor. Setidaknya pada triwulan I 2019, ekspor Sulsel mampu tumbuh di angka 18% merujuk data Kementerian Pertanian RI.

Guna mendorong pertumbuhannya, kali ini Sulsel memacu enam komoditas baru untuk diekspor ke sejumlah negara. Kepala Seksi Ekspor Dinas Perdagangan Sulsel, Muniarti mengatakan, sejauh ini Sulsel masih bergantung pada beberapa komoditas andalan.

"Misalnya saja nikel dari sektor tambang, rumput laut di sektor kelautan, dan kakao di sektor perkebunan," ungkap Muniarti, Kamis (13/6/2019).

Menurutnya, untuk menggenjot nilai ekspor, tidak seharusnya terus bergantung pada komoditas unggulan tersebut. Sebab komoditas-komoditas itu juga hanya bergantung pada harga global yang cenderung naik turun. Bahkan penurunan bisa cukup tajam bila ekonomi global tertekan.

"Komoditas baru yang saat ini tengah didorong seperti, saus cabai, kemiri, kecap, pisang kepok, kenari dan bawang merah mulai banyak permintaan," rincinya.

Muniarti mengaku optimistis bahwa Sulsel tak hanya mampu mengekspor bahan mentah tetapi juga komoditas dalam bentuk olahan. Baik setengah jadi maupun produk yang sudah jadi.

Adapun, untuk saus cabai dan kecap yang merupakan produk jadi sudah memiliki pasar utama yaitu ke Malaysia. Bahkan sudah mulai banyak dikirim sejak akhir 2018 lalu. Masing-masing sudah diekspor hampir 17 ton untuk kecap dan untuk saus cabai mendekati 10 ton.

Sejak awal tahun 2019 hingga April, pengiriman saus cabai sudah mendekati 20 ton, sementara kecap sudah hampir 13 ton. Pasarnya tetap ke Malaysia.

Kabid Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sulsel, Dewa Nyoman Mahendra menambahkan, selain diversifikasi produk dengan mendorong produk jadi agar bernilai tambah, pihaknya juga terus membuka pasar baru.

"Kami sudah menjalin komunikasi intensif dengan atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri," ungkapnya.

Ia menyebut, selama ini ITPC maupun atase perdagangan sangat membantu Sulsel dalam diversifikasi pasar ekspor. Seperti pasar Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan dan Amerika Selatan. Secara total ada 7 ITPC yang cukup membantu. Di antaranya Lagos, Johannesburg, Santiago, Sao Paulo, Jeddah, Osaka dan Hongkong.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga menyarankan kepada Pemprov Sulsel untuk mendorong nilai ekspor dari sektor pertanian. Misalnya saja untuk komoditas sarang burung walet.

Amran menyarankan agar pemerintah provinsi bisa melihat peluang pasar pada komoditas tersebut. Sebab merujuk pada data Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, pada 2018 ada 80.971 ton sarang burung walet yang dikirim keluar Sulsel ke beberapa provinsi.

"Sarang burung walet itu justru dijadikan bahan baku komoditas ekspor di provinsi lain," ungkap Amran Sulaiman. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulsel

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top