Petani dan Peternak Korban Banjir di Sulawesi Tenggara Dapat Ganti Rugi

Kementerian Pertanian memastikan para petani dan peternak terdampak bencana banjir di Sulawesi Tenggara yang mengikuti asuransi pertanian bakal memperoleh ganti rugi.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  15:38 WIB
Petani dan Peternak Korban Banjir di Sulawesi Tenggara Dapat Ganti Rugi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau lokasi bencana banjir dan menyerahkan bantuan di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis (13/6/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian memastikan para petani dan peternak terdampak bencana banjir di Sulawesi Tenggara yang mengikuti asuransi pertanian bakal memperoleh ganti rugi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kala berkunjung ke Kendari, Sulawesi Tenggara untuk mengecek distribusi bantuan bagi masyarakat yang menjadi korban.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sulawesi Tenggara sejak Sabtu (1/6/2019) setidaknya mengakibatkan empat kabupaten terendam banjir, yakni Kabupaten Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan.

Amran menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian bakal mendirikan posko-posko di empat kabupaten tersebut. Beberapa di antaranya didirikan untuk mengidentifikasi dan merehabilitasi pertanian.

Kementan masih melakukan inventarisasi langsung untuk mengetahui tingkat kerusakan. Penyaluran bantuan akan diberikan agar aktivitas produksi tanaman pangan, perkebunan, dan hortikultura bisa kembali berjalan.

“Kami meminta  tim Kementan dan daerah bergerak cepat membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Posko-posko yang didirikan juga sudah bisa menghimpun data sementara jumlah kerugian atas lahan persawahan yang rusak maupun hewan ternak yang terdampak banjir,” kata Amran dalam keterangan resminya, Kamis (13/6/2019).

Selain ganti rugi dalam bentuk uang bagi para petani yang mengikuti asuransi pertanian, Amran mengatakan pihaknya juga akan memberi bantuan bagi petani yang belum mendaftar asuransi. Bantuan tersebut telah disiapkan pemerintah dalam alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan).

"Insyaallah, bagi yang sawah dan kebunnya rusak, kami akan salurkan bantuan bibit, pupuk, alat mesin pertanian dalam bentuk brigade dan sebagainya. Kita akan inventarisasi langsung untuk mengetahui tingkat kerusakan dan memberikan bantuan sehingga produksi tanaman pangan, perkebunan dan holtikultura bisa kembali dijalankan," jelas Amran.

Upaya perlindungan bagi pelaku usaha tani dan ternak telah digencarkan pemerintah lewat mekanisme Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, terdapat 19.588 hektare lahan sawah yang telah terdaftar AUTP atau sekitar 1,96% dari target 1 juta hektare lahan. Dari jumlah tersebut, klaim mencapai 66,94 hektare dengan besaran ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektare.

Sementara untuk program AUTS, sampai dengan April 2019 telah terdapat 7.553 ekor sapi yang terdaftar dari target sampai akhir tahun sebanyak 120.000 ekor. Untuk Provinsi Sulawesi Tenggara, pemerintah menargetkan 200 ekor sapi bakal terlindungi asuransi.

Stok Pangan Aman

Selain memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, Amran optimistis sektor pertanian Sulawesi Tenggara dapat pulih kembali, terlebih empat lokasi target bantuan merupakan lumbung pangan di provinsi tersebut.

Meskipun kondisi pertanian di Sulawesi Tenggara sedang terdampak bencana, Amran meminta masyarakat tidak khawatir dengan stok pangan, terutama beras. Ia mengklaim cadangan beras pemerintah saat ini sangat mencukupi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan wilayah-wilayah terdampak bencana.

“Stok beras nasional kita saat ini kurang lebih 2,3 juta ton. Panen sedang bagus-bagusnya. Kami juga akan meminta Bulog untuk siap mendistribusikan beras ke wilayah-wilayah bencana. Sekarang sudah terkirim 100 ton. Kalau ada yang membutuhkan lagi, Bulog siap kirim,” ujar Amran.

Dalam peninjauan tersebut, total satu truk bantuan berisi benih padi dan 64 bantuan bahan pokok di lepas secara resmi di Markas Komando Resort Militer 143/Halu Oleo.

Kementerian Pertanian juga berhasil menghimpun dana bantuan sebesar Rp12 miliar yang berasal dari sumbangan karyawan maupun donasi mitra Kementan. Bantuan senilai Rp4,2 miliar langsung didistribusi ke Kendari. Sementara Rp8 miliar adalah bantuan berupa program penanggulangan bencana untuk sektor pertanian. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, kementan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top