Respons Kritik Politisi PAN, Bapppeda Gorontalo Sebut Skema KPBU Lebih Baik

Adhan kemungkinan belum mendapatkan informasi lengkap terkait rencana pembangunan rumah sakit.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 06 Juni 2019  |  10:56 WIB
Respons Kritik Politisi PAN, Bapppeda Gorontalo Sebut Skema KPBU Lebih Baik
Ilustrasi

Bisnis.com, MANADO—Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo merespons kritik dari Adhan Dambea, calon anggota DPRD Provinsi terpilih periode 2019—2024.

Politisi PAN itu menyarankan agar pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hj. Hasri Ainun Habibie atau RS Ainun ditunda lantaran skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dinilai akan menelan anggaran yang cukup besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki menyatakan kritik itu sangat keliru. Dia mengatakan bahwa Adhan kemungkinan belum mendapatkan informasi lengkap terkait rencana pembangunan rumah sakit tersebut.

Menurut Budi, pembangunan RS Ainun merupakan urusan wajib pemerintah daerah yang sejalan dengan UU No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, UU No. 36/2009 tentang Kesehatan, dan UU No. 44/2009 tentang Rumah Sakit.

Dia menjelaskan, RS Ainun dipersiapkan untuk menjadi layanan unggulan spesialistik, menjadi rumah sakit rujukan regional pengampu rumah sakit kabupaten dan kota, serta menjadi RS Pendidikan untuk mengantisipasi berdirinya Fakultas Kedokteran UNG.

Budiyanto juga mengatakan bahwa skema KPBU juga telah dipertimbangkan dengan matang dan dinilai akan mendorong pemanfaatan dana APBD.

“Hasil kajian menunjukan bahwa Skema KPBU ternyata lebih baik dan dipandang bisa mendorong pemanfaatan ABPD setiap tahun yang terbatas untuk keperluan pembangunan infrastruktur lainnya yang juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya dikutip dari siaran pers, Kamis (6/6/2019).

Pembayaran dengan skema KPBU, lanjutnya, tidak akan sampai mengambil proporsi pembiayaan terhadap program-progarm penanggulangan kemiskian. Biaya tersebut diambil dari alokasi 10% dari anggaran kesehatan setiap tahunnya.

“Keberadaan RS Ainun akan lebih maksmial dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat pasca pengembangan dengan skema KPBU. Bahkan, akan menjadi bagian dari support terhadap program kemiskinan, pelayanan lebih baik dari tentu akan dipertuntukkan juga bagi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin,” jelasnya.

Budi mengatakan, masukkan dan kiritikan Adhan dan masyarakat lain sebagai bentuk kepedulian untuk mewujudkan pelayanan rumah sakit kesehatan ketiga. Dia mengharapkan semua pihak dapat ikut berdiskusi dan berdialog untuk kemajuan daerah, khususnya pengembangan RS Ainun kedepan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gorontalo

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top