Sulsel Segera Miliki Gudang Bawang Rp28 Miliar

Gudang penyimpanan bawang merah tersebut rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 2 hektare di Desa Pettondong Salu, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  13:00 WIB
Sulsel Segera Miliki Gudang Bawang Rp28 Miliar
Petani memanen bawang merah di Kampung Tugu, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/5/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, MAKASSAR – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sulsel, merencanakan membangun gudang bawang senilai Rp28 Miliar guna memperbaiki rantai pasok produk petani di Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Abdul Malik Faisal, menjelaskan pembangunan gudang bawang itu merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian.

"Kami sudah mengirim proposal ke Kementan RI. Jadi di gudang itu nantinya akan menggunakan teknologi Controlled Atmosphere Storage‎ (CAS). Kami minta 20 unit alat CAS dan sudah disetujui," jelas Faisal, Jumat (24/5/2019).

Ia merincikan, setiap satu unit tempat penyimpanan mampu menampung hingga 6 ton bawang merah. Jadi secara total seluruh unit tempat penyimpanan mampu menampung sekitar 120 ton bawang merah. Selain efektif sebagai tempat penyimpanan, CAS juga mampu menjaga kualitas bawang merah tetap awet.

"Alat itu bisa menyimpan bawang sampai 6 bulan. Kementerian sepakat untuk menyalurkannya," kata Malik.

Gudang penyimpanan bawang merah tersebut rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 2 hektare di Desa Pettondong Salu, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Lokasi itu dipilih sebab diketahui, Enrekang merupakan salah satu wilayah penghasil bawang terbesar di Indonesia.

Setiap tahunnya, Enrekang mampu memproduksi 120 ribu ton bawang merah dalam setahun. Faisal menjelaskan, gudang bawang tersebut dibangun untuk membantu petani dan pelaku usaha yang mengelola komoditi bawang merah.

"Ini juga sebagai langkah antisipasi saat panen, harga bisa merosot sampai Rp5.000-Rp12.000 per kilogram. Sementara saat stok mulai terbatas harga bisa mencapai Rp50 ribu per kilogram," jelasnya.

Tak hanya itu, keberadaan gudang bawang itu juga diharap mampu menjadi salah satu upaya untuk menekan inflasi di Sulsel. Diketahui, bawang merah merupakan salah satu komoditi penyumbang inflasi terbesar selain cabai merah dan ikan bandeng.

Faisal menargetkan, gudang bawang tersebut bisa beroperasi pada 2020 mendatang. Pada Juni 2019, pihaknya akan mulai melakukan pembangunan dan perampungan alat operasional. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bawang merah, sulsel

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top