Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb Bakal Fokus Tangani Sampah & PKL

Pasca ditetapkan menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengaku siap memberi sentuhan baru pada roda pemerintahannya. Iqbal Suhaeb resmi dilantik sebagai Pj Wali Kota Makassar oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Senin (13/5/2019).
Andini Ristyaningrum | 13 Mei 2019 17:08 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR -- Pasca ditetapkan menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengaku siap memberi sentuhan baru pada roda pemerintahannya. Iqbal Suhaeb resmi dilantik sebagai Pj Wali Kota Makassar oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Senin (13/5/2019).

Selama 20 bulan ke depan, Iqbal akan menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di Makassar. Sejumlah program jangka pendek juga telah disiapkan Iqbal yang sebelumnya merupakan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel. 

Salah satu yang menjadi fokus program Iqbal yakni penanganan sampah. Diketahui, awal tahun 2019, Makassar menjadi sorotan sebab banjir yang terjadi di sejumlah titik yang mengakibatkan ribuan orang mengungsi.

Menurut Iqbal, titik permasalahan banjir yakni penanganan sampah yang tidak optimal di Makassar. 

"Banjir itu ada hulunya, dan salah satu penyebabnya adalah saluran mampet akibat penumpukan sampah yang terjadi," kata Iqbal di hadapan wartawan usai pelantikan. 

Sebagai langkah awal, Iqbal akan mengajak masyarakat termasuk seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah.

Utamanya, untuk menghindari pembuangan sampah yang dilakukan di selokan maupun kanal. Menurut Iqbal, infrastruktur harus dibarengi dengan tingkat kesadaran masyarakat. 

Hal lain yang menjadi permasalahan di Kota Makassar yaitu keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Masih maraknya PKL yang berdiri di atas trotoar atau lahan publik lainnya menjadi PR utama bagi Iqbal. 

"Tidak boleh lagi ada PKL yang mengambil hak masyarakat lain. Sebenarnya PKL tidak sepenuhnya salah tetapi, pihak yang mengokupasi publik space itu. Mereka menikmati untuk kepentingan pribadi," terang Iqbal. 

Meski di pemerintahan Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto-Syamsu Rizal telah disediakan pusat PKL yakni Kanrerong.

Namun, hal itu oleh sejumlah dinilai belum berjalan maksimal. Kanrerong yang berada di kawasan Lapangan Karebosi sendiri dibangun dengan terget mencapai Rp17 miliar. 

Sejak diresmikan pada akhir Februari 2019 lalu, pengunjung di kawasan kuliner itu cenderung sepi. Karenanya, Iqbal berupaya untuk mengoptimalkan pengembangan Kanrerong agar minat masyarakat untuk mengunjungi kawasan itu semakin tinggi. 

"Program untuk memberdayakan PKL itu sebenarnya menarik. Hanya saja masih perlu sejumlah sentuhan inovasi. Kita akan merancang kawasan itu agar lebih instagramable agar masyarakat semakin tertarik," jelas Iqbal.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
makassar, sampah

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup