Tenaga Ahli Australia Bakal Bantu Sulsel Benahi Peternakan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merancang pembenahan di sektor peternakan guna mengantisipasi menurunnya kualitas sektor tersebut.
Andini Ristyaningrum | 07 Mei 2019 15:45 WIB
Sejumlah warga mendistribusikan bantuan untuk korban banjir bandang menggunakan gerobak sapi melalui jalan yang tertutup air di Desa Sambo, Kecamatan Dolo Selatan, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (3/5/2019). Selain Desa Bangga, Walatana, dan Balongga di kecamatan tersebut, Desa Sambo juga tedampak banjir bandang dan terisolasi karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. - Antara/Basri Marzuki

Bisnis.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merancang pembenahan di sektor peternakan guna mengantisipasi menurunnya kualitas sektor tersebut.

Bersama Konsulat Jenderal Australia, Pemprov Sulsel akan mendapatkan mentoring dan bimbingan dari para tenaga ahli asal Australia.

Konsulat Jenderal Australia untuk Indonesia, Richard Mathews menjelaskan, para tim ahli yang dikirim ke Sulsel akan melakukan sejumlah kajian. Di awali dengan pertemuan meja bundar, pemerintah provinsi juga kabupaten/kota akan mendapat arahan dari para tenaga ahli yang telah disiapkan.

"Sulsel memiliki beragam potensi yang luar biasa. Salah satunya di sektor peternakan. Hanya saja masih butuh banyak hal untuk pengembangannya," ungkap Richard di kantor Gubernur Sulsel, Selasa (7/5/2019).

Richard mengklaim, di sektor peternakan Australia memiliki keahlian yang mumpuni, misalnya saja Australia memiliki usaha untuk membuat inseminasi buatan. Karenanya, melalui kerja sama yang dijajaki bersama Pemprov Sulsel ini pihaknya juga akan membantu Sulsel mengembangkan sektor peternakan yang komersial dengan nilai keuntungan yang maksimal.

Beberapa program di sektor peternakan sebelumnya telah dibangun Konjen Australia di beberapa daerah lainnya. Misalnya saja di Pulau Jawa, di Bandar Lampung dan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Program itulah yang rencananya akan ditawarkan ke Sulsel dalam mengembangkan sektor peternakannya.

"Kita akan membawa teknologi, dan memberikan pelatihan. Termasuk melakukan pembimbingan dalam merawat hewan ternak," ungkap Richard.

Di sisi lain, Richard menyebut kerja sama ini juga bisa memberikan keuntungan bagi pihaknya. Misalnya saja, ke depan Sulsel bakal membuat permintaan impor keahlian atau membuat kemitraan dalam mengembangkan industri ternak secara komersial.

Apalagi, kerja sama ini juga akan melibatkan beberapa perusahaan swasta asal Australia yabg bergerak di bidang peternakan. Seluruh elemen akan dipertemukan pada pertemuan meja bundar yang akan digelar pada 15 Mei mendatang di rumah jabatan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Kepala Dinas Peternakan, Abdul Azis menjelaskan pertemuan tersebut merupakan langkah awal dari penjajakan kerja sama yang akan dilakukan. Pertemuan itu akan melibatkan seluruh stakeholder terkait termasuk para pelaku usaha.

"Australia akan mengirim sekitar 20 orang delegasi ke Sulsel. Kita juga akan membahas masalah peternakan di Sulsel seperti apa," sebut Azis.

Saat ini kata dia, sektor peternakan di Sulsel banyak ditemukan tingginya angka kematian sapi pasca melahirkan. Kasus tersebut bahkan mencapai angka 5% dari kasus penyakit hewan ternak lainnya. Selain itu, kasus penyakit antraks. Meski sering dinyatakan bebas, namun permasalahan itu masih saja sering kali ditemui dalam kurun waktu sekali dalam setahun.

"Titik temu dari permasalahan ini yang perlu kita antisipasi karena ini sangat bersentuhan dengan persoalan kemanusiaan. Australia punya keahlian dalam menangani kasus itu," sebut Azis.

Peningkatan SDM juga inseminator menjadi salah satu poin kerja sama antara kedua pihak. Termasuk pemberian bimbingan kepada tenaga medik seperti dokter hewan dan paramedis yang terlibat langsung di sektor peternakan. Seluruhnya akan menjadi poin penting yang akan dibahas pada pertemuan meja bundar mendatang. (k36)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternakan, sulsel

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup