2.000 Mangrove di Teluk Palu dan Ikhtiar Meminimalisir Imbas Bencana

Penanaman bibit pohon mangrove bagian dari upaya mitigasi bencana di ibu kota provinsi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 April 2019  |  18:42 WIB
2.000 Mangrove di Teluk Palu dan Ikhtiar Meminimalisir Imbas Bencana
Seorang Relawan Mangrove Tomini (Remot) menanam bakau di pesisir pantai Mertasari, Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (22/4/2019). Selain memperingati Hari Bumi, penanaman mangrove itu juga dilaksanakan untuk melindungi ekosistem pesisir di wilayah itu. - Antara/Basri Marzuki

Bisnis.com, PALU – Puluhan aktivis lingkungan dari berbagai gerakan dan lembaga sosial maupun organisasi nasional memperingati Hari Bumi dengan menanam 2.000 bibit pohon mangrove di sejumlah titik di Teluk Palu.

"Kami targetkan 2.000 bibit pohon mangrove ditanam di empat titik. Ada di pesisir pantai di Kelurahan Mpanau, Kelurahan Mamboro, Kelurahan Lere dan Kelurahan Tipo," kata penanggungjawab kegiatan Rusdianto Iskandar disela-sela kegiatan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai Kelurahan Mpanau Kecamatan Tawaeli, Senin (22/4/2019).

Dia mengatakan selain untuk memperingati Hari Bumi setiap tanggal 22 April, penanaman bibit pohon mangrove oleh Jaringan Arsitek Indonesia (JARI) Sulawesi Tengah, Relawan Mangrove Teluk Tomini (Remott) dan sejumlah aktivis lingkungan lainnya dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah itu.

Mengingat Kota Palu pada 28 September 2018 lalu dihantam oleh tsunami, gempa dan likuifaksi yang mengakibatkan salah satunya rumah-rumah warga yang berada kurang dari 100 meter dari bibir Teluk Palu di beberapa titik rusak berat hingga rata dengan tanah.

"Tujuannya agar kita juga belajar mitigasi bencana. Kita lihat sendiri saat tsunami menerjang, rumah-rumah di Kabupaten Donggala yang dilindungi dengan pohon mangrove itu tidak rusak. Sementara yang tidak ada pohon mangrove nya rusak," ujarnya.

Dari situ kata Ketua JARI Sulteng itu, dapat diambil kesimpulan bahwa pertahanan alam terbaik dari gulungan ombak dan tsunami adalah pohon mangrove.

Dia juga memastikan jika pohon mangrove dapat tumbuh di pesisir Teluk Palu. Tidak seperti pernyataan sejumlah pihak yang mengatakan jika Teluk Palu tidak dapat ditanami pohon mangrove.

"Bibit pohon mangrove yang kami tanam ini kami ambil dari Kelurahan Lere di bawah Jembatan IV Palu. Di situ banyak bibit pohon mangrove. Itu artinya pohon mangrove bisa ditanam di Teluk Palu," ujarnya.

Lewat kesempatan itu, dia berharap makin banyak warga Palu yang sadar akan pentingnya mitigasi bencana dengan menanam pohon mangrove.

Sementara itu salah satu peserta Nirwansyah Parampasi mengaku sangat senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya kegiatan seperti itu penting dilakukan untuk meningkatkan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat akan mitigasi bencana di Kota Palu dengan menanam pohon mangrove.

"Saya senang ikut kegiatan-kegiatan yang seperti ini, "ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mangrove, Gempa Palu

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top