BNI Wilayah Makassar Beri Kemudahan Fasilitas bagi Milenial

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menghadirkan produk yang dekat dan mudah diakses kaum milenial.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 05 Februari 2019  |  16:56 WIB
BNI Wilayah Makassar Beri Kemudahan Fasilitas bagi Milenial
Delegasi melakukan transaksi menggunakan Kartu Virtual Account Debit Bank BNI di sela-sela Pertemuan IMF World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, MAKASSAR — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menghadirkan produk yang dekat dan mudah diakses kaum milenial.

CEO BNI Wilayah Makassar Faizal Arief Setiawan menjelaskan, milenial akan menjadi market baru yang menarik. "Tahun ini, milenial akan menjadi fokus market baru BNI. Kami mengajak milenial untuk berinvestasi sejak dini," ungkap Faizal yang baru saja menjabat CEO BNI Wilayah Makassar, Senin (4/2/2019).

Salah satu bentuk produk yang ditawarkan untuk pasar milenial misalnya saja program KPR. Di mana melalui program itu, milenial dapat memanfaatkan tenor lebih panjang hingga 25 tahun.

"Dengan melihat penghasilan milenial hari ini, program KPR ini sangat cocok. Dengan tenor lebih panjang, sehingga cicilan per bulan bisa lebih ringan," tambah Faizal.

Selain mengajak milenial untuk berinvestasi sejak dini, BNI Makassar juga akan mendorong kalangan milenial dalam meningkatkan transaksi digital.

Menurut Faizal, 2019 ini sudah saatnya untuk mengedepankan transaksi digital yang dekat dengan milenial karena sudah sangat akrab dengan teknologi. Hal itulah yang dinilai mampu menjadi penunjang bertransaksi keuangan.

Head of Bussines Banking BNI Wilayah Makassar Jeff Roberto menambahkan, dengan sasaran market baru itu diharapkan mampu mendongkrak performa kredit produktif BNI Wilayah Makassar.

"Pada 2018 lalu pencapaian kita mengikuti tren nasional yakni Rp16 triliun, melebihi target kredit yang disalurkan sebesar Rp13,5 triliun. Makassar berkontribusi 33% dengan kredit tersalurkan sebesar Rp705 miliar dengan total 3.800 debitur," terang Jeff.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top