Masa Tanggap Darurat Bencana Sulawesi Tengah Diperpanjang Hingga 26 Oktober

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah selama 14 hari, terihitung mulai 13 sampai dengan 26 Oktober 2018.
Newswire | 11 Oktober 2018 19:28 WIB
Anggota LSM Jerman, ISAR-Germany (International Search and Rescue), pada Minggu (7/20/2018) tiba di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri di Palu, Sulawesi Tengah, untuk memberi bantuan kepada korban gempa, tsunami, dan likuifaksi (pencairan tanah) yang terjadi pada Jumat (28/9/2018). - Reuters/Hannibal Hanschke

Bisnis.com, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah selama 14 hari, terihitung mulai 13 sampai dengan 26 Oktober 2018.

"Setelah mendengarkan dan memerhatikan secara seksama seluruh masukan dan saran-saran kementerian, lembaga terkait, bupati dan Wali Kota Palu serta rekomendasi teknis dari Sekretaris Utama BNPB, saya menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat selama 14 hari," katanya seusai rapat lengkap komando satuan tugas gabungan-paduan penanganan bencana alam Sulteng di Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Kamis (11/10/2018).

Dalam rapat yang dipimpin Panglima Kosatgasgabpad Mayjen TNI Tri Suhandono itu, pihak Kementerian PUPR melaporkan bahwa pemulihan bidang infrastruktur masih terus dilaksanakan, termasuk melakukan kajian-kajian terhadap rencana permukiman hunian sementara dan hunian tetap.

Kementerian PUPR sesuai arahan menteri masih memberikan waktu dua minggu untuk melakukan pembersihan dan pembangunan infrastruktur lainnya sehingga masih dibutuhkan perpanjangan masa tanggap darurat.

Kementerian Sosial menyampaikan bahwa melihat kondisi pengungsi yang saat ini masih membutuhkan penanganan yang sangat kompleks, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar mereka, maka masih dibutuhkan perpanjangan masa tanggap darurat.

Bupati Sigi Irwan Lapata mengatakan bahwa kondisi masyarakat yang terdampak gempa di wilayah Sigi, seperti penanganan pengungsi, distribusi bantuan logistik, pembukaan jalan ke tempat yang masih terisolasi yang masih cukup berat, maka diharapkan Gubernur memperpanjang masa tanggap darurat bencana.

Sedangkan Wali Kota Palu Hidayat dan Bupati Parigi Moutong Samsurizal menyampaikan bahwa pihaknya masih membutuhkan dukungan dalam penanganan dampak bencana karena masih banyak hal yang perlu dilakukan secara lebih cepat untuk menangani para korban.

Sementara itu Sekretaris Utama BNPB sependapat bahwa perpanjangan masa tanggap darurat masih diperlukan.

Gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas bantuannya untuk melaksanakan kegiatan tanggap darurat tahap pertama dan berharap semua pihak tetap kompak untuk meningkatkan pemulihan kondisi masyarakat.

Sumber : Antara

Tag : Gempa Palu
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top