Mandiri Group Buka Posko Trauma 'Healing' dan Layanan Kesehatan

Mandiri Group ikut berpartisipasi dalam membangkitkan kembali semangat masyarakat Palu, Sulteng pasca gempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September lalu.
Andini Ristyaningrum | 09 Oktober 2018 12:44 WIB
Anak-anak korban gempa mengikuti kelas trauma healing dari Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation, Mandiri Group di lokasi pengungsian di Lapangan Watulemo, Palu. - Bisnis/ Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, PALU – Mandiri Group ikut berpartisipasi dalam membangkitkan kembali semangat masyarakat Palu, Sulteng pasca gempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September lalu.

Melalui Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation, Mandiri Group membuka posko trauma healing untuk anak-anak korban gempa dan tsunami. Posko tersebut dibuka di area pengungsian yang berpusat di Lapangan Watulemo, Kota Palu.

Penanggung Jawab Lapangan MAI Foundation Abdul Hadi mengatakan, posko ini dibuka untuk membantu anak-anak korban gempa keluar dari masa berkabungnya pasca diterpa bencana.

Meski tak mudah, Hadi mengatakan, untuk membuat anak-anak kembali cerita butuh tahapan yang harus dilalui.

"Trauma healing kami di sini dilakukan dalam bentuk kelas dongeng, belajar, lomba menggambar. Pokoknya mereka diajak bersenang-senang dan bergembira," kata Hadi, Selasa (9/10/2018).

Salah satu bentuk keprihatinan ketika melihat anak-anak korban gempa mengekspresikan dirinya melalui gambar. Dari 100 anak yang mengikuti kelas trauma healing, hampir seluruhnya menuangkan imajinasinya dengan menggambar rumah.

"Mereka memproyeksikan gambar tumah mereka ketika bencana menimpa," tuturnya.

Sebanyak 10 relawan yang dilibatkan dalam kegiatan trauma healing yang berlangsung sejak Senin kemarin. Hadi menambahkan, sebelumnya, para relawan ikut melakukan tahapan evakuasi terhadap para korban utamanya anak-anak.

Trauma healing kata dia termasuk dalam tahapan rehabilitasi, di mana anak-anak akan diajak untuk bisa melupakan kejadian yang menimpa mereka.

Sementara bagi anak yang kehilangan kedua orang tuanya ketika terjadi bencana akan mendapatkan perhatian khusus. Dikatakan Hadi, bagi anak yatim piatu diberikan bimbingan konseling dengan cara memberi waktu untuk mereka mengungkapkan kesedihan.

"Sekarang Alhamdulillah semangat mereka mulai terlihat lagi. Mereka mulai bangkit," katanya.

Selain posko trauma healing ada pula layanan kesehatan yang dibuka oleh Mandiri in Health. Di mana layanan ini dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk para relawan yang ikut mengevakuasi para korban.

"Layanan ini tentu salah satu yang paling dibutuhkan. Tak hanya masyarakat, tetapi siapa saja termasuk relawan yang ada lokasi," jelas Hadi.

Tag : Gempa Palu
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top