Operasi Pasar di Palu Redam Kemungkinan Gejolak Harga Beras

Operasi pasar dipusatkan di dua pasar tradisional terbesar di Ibu Kota Provinsi Sulteng.
Newswire | 04 September 2018 10:01 WIB
Ilustrasi.

Bisnis.com, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola melepas tim operasi pasar cadangan beras pemerintah sebagai langkah antisipasi kemungkinan terjadinya gejolak harga beras di daerah itu.

Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Bahar Haruna di Palu, Selasa (4/9/2018), membenarkan adanya kegiatan yang dipusatkan di dua pasar tradisional terbesar di Ibu Kota Provinsi Sulteng itu.

Dua pasar yang menjadi sasaran pelaksanaan operasi tersebut oleh Bulog Sulteng yakni Pasar Induk Tradisional (PIT) Manonda di Kecamatan Palu Barat dan PIT Masomba di Kecamatan Palu Selatan.

Untuk mendukung kegiatan dimaksud, Bulog Sulteng menyediakan empat ton masing-masing dua ton beras cadangan stok pemerintah dijual eceran di PIT Manonda dan PIT Masomba Palu.

Gubernur sangat berharap dengan digelontorkannya beras cadangan pemerintah yang selama ini disimpan di gudang beras Bulog Sulteng dapat membantu masyarakat karena harga penjualan tentu lebih rendah dibandingkan beras yang diperdagangkan oleh para pedagang pengecer.

Bulog, kata Gubernur, dipastikan menjual beras sesuai dengan standar harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat.

Pemerintah pusat sebelumnya telah menetapkan HET untuk sejumlah komoditas pangan, termasuk di dalamnya beras, gula pasir, minyak goreng dan daging beku. Empat komoditas ini terus dipantau pemerintah karena menyangkut kebutuhan pokok orang banyak.

Karena itu, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah pusat sampai daerah, termasuk di Provinsi Sulteng dengan melaksanakan operasi pasar, khusus untuk komoditas pangan beras.

Beras merupakan makanan pokok masyarakat yang harus selalu tersedia secara memadai dan harganya di pasaran diupayakan terkendali.

Sumber : Antara

Tag : stok beras
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top