Gubernur Gorontalo Cemaskan Sektor Pertanian Minim Regenerasi

Gubernur Gorontalo Cemaskan Sektor Pertanian Minim RegenerasiBisnis.com, MANADO Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan kecemasannya terkait dengan eksistensi para pekerja di sektor pertanian. Menurutnya, sektor ini semakin minim regenerasi khususnya bagi kaum muda milenial.
Deandra Syarizka | 03 Desember 2018 11:25 WIB
Petani merontokkan padi hasil panen di areal persawahan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/10/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, MANADO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menyampaikan kecemasannya terkait dengan eksistensi para pekerja di sektor pertanian. Menurutnya, sektor ini semakin minim regenerasi khususnya bagi kaum milenial.

“Sudah banyak anak muda sekarang tidak lagi mau terjun ke sawah. Beda dengan kondisi kita dulu yang pulang sekolah membantu orang tua di sawah. Nggak usah jauh-jauh, anak saya saja disuruh turun ke sawah sudah nggak mau,” ujarnya dikutip Senin (03/12).

Selain karena upah bekerja pertanian yang rendah, masyarakat cenderung memilih untuk urbanisasi ke kota dan bekerja di sektor formal. Terlebih bagi generasi milenial yang lebih memilih bekerja dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

“Di Jawa pun begitu, di Bekasi, Karawang, Subang dll. Masyarakatnya lebih memilih urbanisasi untuk bekerja di pabrik karena upahnya lebih menjanjikan,” sambungnya.

Untuk mencegah berkurangnya pekerja di sektor pertanian, Rusli menyebut perlu adanya mekanisasi sektor unggulan di Provinsi Gorontalo itu. Kehadiran alat mesin pertanian (alsintan) diharapkan dapat mengganti peran manusia mulai dari penanaman, pemupukan dan saat panen.

Selain itu, masalah berkurangnya lahan pertanian juga menjadi salah satu masalah jangka panjang. Pemerintah kabupaten/kota diharapkan tetap konsisten terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar lahan pertanian tidak beralih fungsi menjadi pemukiman dan perkantoran.

“Makanya sejak awal kami mendorong pembangunan Bendungan Randangan di Kabupaten Pohuwato yang bisa mencetak 9000 hektar sawah baru. Alhamdulillah saat ini sudah ada 2000 hektare yang sudah jadi, sisanya masih dalam proses pembebasan lahan,” terang mantan Bupati Gorontalo Utara itu.

Menurutnya, percetakan sawah baru nantinya akan diberikan kepada petani di kabupaten/kota untuk dimiliki dan digarap, terlebih bagi mereka yang lahannya sudah dialihfungsikan. Sementara mengenai teknis pemilikan dan penggarapan lahan masih akan didata dan dibahas lebih lanjut.

Tag : gorontalo
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top