Pemprov Sulut Matangkan Penerbangan ke Kinabalu

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mematangkan rencana pembukaan sejumlah rute penerbangan internasional baru yang akan dibuka pada tahun depan, guna mencapai target kunjungan 200.000 wisatawan.
Deandra Syarizka | 26 November 2018 17:39 WIB
Sejumlah wisatawan dari China tiba di Bandara Sam Ratulangi. - Antara/Adwit B. Pramono

Bisnis.com, MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mematangkan rencana pembukaan sejumlah rute penerbangan internasional baru yang akan dibuka pada tahun depan, guna mencapai target kunjungan 200.000 wisatawan.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyatakan, pihaknya telah menyambangi Sabah untuk melakukan pertemuan sekaligus menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Pariwisata Negara Bagian Sabah Malaysia, YB Datuk Christina Liew mengenai kerja sama penerbangan langsung dari Manado—Kinabalu yang akan dimulai pada awal 2019.

Penerbangan dari dan ke kota tersebut dipilih mengingat posisi strategis Kinabalu sebagai salah satu wilayah tujuan wisata yang cukup besar di Malaysia dengan rata-rata kunjungan wisatawan mencapai 2 juta orang. Selain memiliki potensi wisata yang besar, Kota Kinabalu juga memiliki kedekatan geografis dengan Sulut, sehingga bila kedua wilayah ini dihubungkan dengan akses penerbangan langsung, akan berdampak positif bagi perkembangan pariwisata di Sulut.

“Rencananya rute penerbangan langsung tersebut akan difasilitasi oleh sejumlah maskapai, antara lain Batik Air, Malindo dan Lion Air,” ujarnya dikutip, Senin (26/11/2018).

Dia menambahkan, setelah membuka rute penerbangan Manado-Tiongkok sejak 4 Juli 2016 lalu, jumlah turis mancanegara yang didominasi turis China yang berkunjung ke Sulut melonjak hingga 100.000 orang pada September 2018.

“Pencapaian ini luar biasa karena rata-rata kunjungan wisman ke Sulut selama 10 tahun terakhir hanya berkisar di angka 10.000 sampai 15.000 orang per tahun. Keadaan ini menguntungkan perekonomian Sulut,” ujarnya.

Ketua Satgas Pariwisata Dino Gobel menyataka, penerbangan dari Kinabalu menuju Manado berpotensi mendatangkan wisman asal Amerika Serikat dan Eropa yang singgah di Malaysia. Sementara, penerbangan internasional langsung ke Filipina berpotensi mendatangkan wisman Korea Selatan yang mengunjungi negara tersebut.

"Dengan Filipina kita ada hubungan kekerabatan, dan kita juga punya investasi Korea di Likupang, " jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, jumlah wisman yang berkunjung ke Sulut pada awal Oktober ini tembus 100.000 orang. Jumlah itu mencapai 83,3% dari target kunjungan wisman 2018 sebesar 120.000 orang.

Secara kumulatif, kenaikan jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Sam Ratulangi Manado selama periode Januari-Agustus 2018 mencapai 88.312, meningkat 75%dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 50.364 orang.

Wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara sejauh ini masih didominasi wisman dari China. Jumlah mereka naik mencapai 90% atau sebanyak 76.724 pada periode Januari-Agustus 2018 jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Selanjutnya, wisman dari Singapura naik 10% atau sebanyak 1.580 serta wisman dari Jerman sebanyak 1.392 atau naik 34%.

Tag : manado
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top