Investor Bangun Industri Feronikel Rp10 Triliun di Kolaka

Oleh: Newswire 02 November 2018 | 11:32 WIB
Investor Bangun Industri Feronikel Rp10 Triliun di Kolaka
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, KENDARI – PT Ceria Nugraha Indotama (PT Ceria) yang menanamkan modal pada sektor pertambangan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menggaet investor China membangun industri smelter feronikel, pembangkit listrik dan sarana pendukung strategis senilai sampai Rp10 triliun.

"Kesepakatan kerja sama akan ditindaklanjuti dengan perjanjian rekayasa, pengadaan dan konstruksi pada Desember 2018 sehingga awal 2019 pekerjaan pabrik sudah bisa berjalan," kata Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama, Derian Sakmiwata melalui siaran pers, Jumat (2/11/2018).

Dua perusahaan WSDRI Engineering dan ENFI Engineering memiliki kemampuan teknis dan pengalaman dalam membangun smelter dan pembangkit listrik.

"Kami percaya dengan menggandeng kedua perusahaan ini dapat menyelesaikan proyek pembangunan smelter dengan investasi Rp10 triliun sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pemerintah," kata Derian didampingi Hubungan Eksternal, PT Ceria Kenny Rochlim.

WISDRI Engineering & Research Incorporation Limited adalah perusahaan rekayasa internasional dari China dengan spesialisasi pada industri peleburan, energi dan perkotaan yang telah memiliki pengalaman proyek di berbagai negara di dunia, termasuk smelter dan pembangkit listrik di Morowali, Sulawesi Tengah.

China ENFI Engineering Corporation adalah perusahaan rekayasa internasional dengan spesialisasi integrasi proyek, energi baru dan pembangunan sumberdaya dengan pengalaman internasional termasuk pembangunan smelter dengan teknologi "rotary" kiln electric furnace (RKEF) di Myanmar.

PT Ceria adalah perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi dengan wilayah kerja tambang nikel dan pembangunan smelter di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara yang berstatus 100 persen perusahaan nasional.

Ceria telah membangun smelter feronikel untuk bahan baku galvanise dan baja nirkarat, juga akan membangun pengolahan nikel kobalt untuk bahan baku baterei isi ulang.

"Ceria memiliki komitmen menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan turut berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi kemasyarakatan melalui penerimaan tenaga kerja dan pengembangan bisnis lokal, program pembangunan masyarakat serta pembayaran pajak dan non-pajak kepada pemerintah," ujar Derian.

Selain CSR, kata Kenny, PT Ceria yang memulai produksi Oktober 2017 sampai dengan Juni 2018 telah membayarkan pajak dan non-pajak kepada negara sebesar Rp112 miliar.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya