Gubernur Sulawesi Utara: Revolusi Mental Pererat Kerukunan Umat Beragama

Oleh: Deandra Syarizka 27 Oktober 2018 | 19:35 WIB
Gubernur Sulawesi Utara: Revolusi Mental Pererat Kerukunan Umat Beragama
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey saat membuka Rakorwil Timur Kadin Indonesia, Jumat (4/5).-JIBI/Kurniawan A. Wicaksono

Bisnis.com, MANADO -- Gerakan Nasional Revolusi Mental dinilai menjadi salah satu faktor yang turut memperkuat dan mempererat kerukunan antarumat beragama di Provinsi Sulawesi Utara.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey Olly usai pembukaan Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Tertib.

Rembuk Nasional merupakan salah satu rangkaian acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental yang berlangsung sejak Jumat (26/10/2018) hingga Minggu (28/10/2018).

Gubernur Olly menyatakan,  kehidupan masyarakat Sulut selalu rukun dan damai, meskipun masyarakatnya sangat majemuk, baik dari sisi etnis, religi, budaya, dan adat istiadat.

Kondisi tersebut, ujarnya, merupakan dampak positif dari implementasi revolusi mental di Sulut.

"Masyarakat Sulawesi Utara selalu menjaga kerukunan antarumat beragama. Bahkan, Sulawesi Utara termasuk daerah paling rukun di Indonesia," ujarnya, dikutip Sabtu (27/10/2018).

Menurut Olly, kondisi ini juga didukung optimalnya peranan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan BKSAUA (Badan Kerjasama Antar Umat Beragama) dalam menjaga semangat revolusi mental yang diwujudkan dalam toleransi antarumat beragama.

"Sulut selalu rukun karena pemerintah daerah selalu melakukan konsolisasi dengan FKUB dan BKSAUA," ujarnya.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menerangkan bahwa selama empat tahun era kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, perkembangan revolusi mental di Indonesia berjalan baik.

"Dalam empat tahun Jokowi -JK, revolusi mental itu memang belum tercapai seluruhnya karena dalam proses. Tapi perkembangannya cukup baik," kata Wiranto.

Bahkan, Wiranto menyebutkan Indonesia sudah mendapat pengakuan dari dunia internasional sebagai negara nomor satu yang berhasil menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Negara ini mendapat pengakuan dari lembaga internasional. Mereka mengisyaratkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah, yaitu nomor satu," ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, pemerintah terus memperkuat keamanan negara. Ini guna mendorong iklim berinvestasi yang baik di Indonesia. Menurutnya, Indonesia mendapat pengakuan dari dunia Internasional sebagai negara kesembilan paling aman di dunia.

Wiranto menjelaskan, pencapaian positif itu adalah hasil gerakan revolusi mental yang dicanangkan pemerintah, yaitu memperkuat kerukunan bangsa dengan melawan terorisme dan radikalisme di pelosok Nusantara.

"Sudah ada hasilnya gerakan revolusi mental itu, meski belum sempurna. Terus diupayakan dengan sebaik mungkin. Upaya yang sudah kami lakukan adalah melawan terorisme dan radikalisme," ungkapnya.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer