Pemprov Gorontalo Dorong PLTU Angrek Diresmikan Tahun Ini

Oleh: Deandra Syarizka 26 Oktober 2018 | 19:50 WIB
Pemprov Gorontalo Dorong PLTU Angrek Diresmikan Tahun Ini
Ilustrasi PLTU/Antara-Aditya Pradana Putra
Bisnis.com, MANADO-- Pemerintah Provinsi Forontalo mendorong agar PLTU Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara diresmikan akhir tahun ini. Pembangkit 2×25 MW tersebut diharapkan dapat menambah pasokan daya untuk Gorontalo.
 
Selain itu, tingkat kelistrikan di desa yang baru 98 persen akan dituntaskan hingga tahun 2018 nanti. Saat ini diketahui masih ada 19 desa yang belum dialiri listrik, terdiri dari  empat desa di Kabupaten Gorut dan 15 desa di Bone Bolango.
 
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie angkat bicara soal kondisi listrik di daerah, terutama dalam menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke-73 yang jatuh pada 27 Oktober 2018.
Menurutnya, Presiden Jokowi menjadi orang yang sangat berjasa membebaskan Gorontalo dari pemadaman listrik secara bergilir.
 
“Saya bersyukur diberikan pemimpin seperti Pak Jokowi yang betul betul memperjuangkan kebutuhan masyarakat, salah satunya listrik. Beberapa kali diundang rapat bersama presiden di istana, masalah listrik yang selalu saya sampaikan. Memang ada banyak program prioritas kami, tapi listrik menjadi yang utama,” ujarnya usai melaksanakan Shalat Jumat di Manado, seperti dikutip, Jumat (26/10).
 
Bagi Rusli, perjuangan untuk meyakinkan pemerintah pusat terkait pembangunan pembangkit listrik cukup panjang dan kompleks. 
Sebelum periode pemerintahannya tahun 2012 lalu, warga Gorontalo sering menerima pemadaman bergilir. Daya listrik interkoneksi dengan Sulawesi Utara tidak cukup menopang dinamika pembangunan kota yang semakin tumbuh.
 
Perjuangan tersebut mulai membuahkan hasil tantakala Presiden Jokowi memerintahkan kementrian terkait untuk memprioritaskan listrik Gorontalo. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato diresmikan Jokowi tahun 2016 lalu.
 
“Alhamdulillah kita dapat alokasi 100 megawatt tahun 2015 lalu. Pada perencanaannya harusnya dua tahun, tapi alhamdulillah selesai delapan bulan dan sekarang sudah bisa dinikmati oleh masyarakat,” imbuhnya.
 
Lebih lanjut Gubernur Rusli  menjelaskan, saat ini Provinsi Gorontalo sudah surplus 35 megawatt. Meski begitu, belum menjamin tidak ada pemadaman listrik. Perawatan pembangkit serta kondisi alam berpengaruh terhadap kondisi kelistrikan.
 
“Contohnya jika musim hujan dan ada pohon tumbang yang menimpa jalur listrik, maka itu mengakibatkan pemadaman. Makanya saya himbau kepada masyarakat untuk merelakan pohon yang dilewati kabel listrik untuk dipangkas,” ujarnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya