Gunakan Visa Wisata Garap Film di Makassar, 5 WNA Diamankan Petugas Imigrasi

Oleh: Andini Ristyaningrum 18 Oktober 2018 | 17:59 WIB
Gunakan Visa Wisata Garap Film di Makassar, 5 WNA Diamankan Petugas Imigrasi
Jumpa pers penangkapan lima WNA yang menyalahgunakan perizinannya masuk ke Makassar, Kamis (18/10/2018). (Andini Ristyaningrum/Bisnis).

Bisnis.com, MAKASSAR - Petugas Imigrasi Klas I Makassar mengamankan lima warga negara asing yang di menyalahgunakan izin kunjungannya di Indonesia. Kelima WNA itu di antaranya empat warga negara asal Turki, satu lainnya berasal dari Australia.

Kepala Imigrasi Klas I Makassar, Andi Pallawarukka mengatakan kelima WNA tersebut mulai masuk ke Indonesia sejak September 2018 lalu dengan menggunakan bebas visa kunjungan singkat (BVKS).

"Penangkapan lima WNA ini berawal dari informasi Tim Pora (Tim Pengawasan Orang Asing), yang melaporkan bahwa ada WNA yang melakukan kegiatan di luar perizinannya," ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel, Kamis (18/10/2018).

Setelah menerima laporan, kelima WNA itu langsung diamankan di Dusun Parangmaklengu, Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa pada Rabu (17/10/2018).

Pallawarukka menerangkan kegiatan yang dilakukan yaitu pengambilan gambar atau syuting pembuatan film dokumenter. Berdasarkan laporan mereka ingin mengangkat tema tentang budaya Bugis-Makassar dan kearifan lokal daerah setempat.

"Mereka juga tidak mendapat izin dari pemda setempat untuk melakukan pengambilan gambar," tambahnya.

Adapun kelima WNA tersebut di antaranya bernama Sinan, Mustafa, Tahir Enes, dan Hakan yang berasal dari Turki. Satu lainnya bernama Reshad Strik yang merupakan seorang aktor berkebangsaan Australia. Kelimanya dipandu oleh Abriansyah Adinata yang merupakan warga Indonesia.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulsel Kaharuddin menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pengkajian lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan kelima WNA tersebut.

"Mereka masih menjalani pemeriksaan di kantor Imigrasi Klas I Makassar. Putusan untuk mereka akan dideportasi atau seperti apa akan kita tunggu hasil penyelidikan," jelas Kaharuddin. (k36)

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya