Makassar jadi Sasaran Pasar Destinasi Prioritas Wisnus

Oleh: Amri Nur Rahmat 18 Oktober 2018 | 17:45 WIB
Makassar jadi Sasaran Pasar Destinasi Prioritas Wisnus
Warga menikmati suasana terbenamnya matahari (sunset) di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (22/6/2015)/Antara-Yusran Uccang

Bisnis.com, MAKASSAR - Sulawesi Selatan dinilai menjadi pasar potensial dalam mendukung upaya pemerintah pusat memacu pergerakan wisatawan nusantara ke sejumlah destinasi pariwisata prioritas (DPP) di Tanah Air.

Menurut Asdep Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni, Sulsel terkhsuus Makassar memiliki kecenderungan wisatawan out bound yang cukup tinggi mengikuti dengan penguatan daya beli terhadap paket perjalanan wisata ke sejumlah destinasi.

Adapun salah satu destinasi bagian dari  DPP yang dipasarkan agresif ke pasar Makassar adalah Borobudur, Jawa Tengah, berikut dengan integrasi sejumlah destinasi lainnya di Yogyakarta. 

Upaya pemasaran dilakukan  melalui kegiatan misi penjualan DPP Borobudur oleh Kemenpar dengan melibatkan industri pariwisata Jateng maupun Yogyakarta, kemudian dipertemukan dengan buyer lokal Makassar.

 "Sasaran kami mengoptimalkan pasar Makassar yang cukup kuat dalam sisi perjalanan wisata. Penyediaan paket-paket wisata kami paparkan ke buyer, mengingat  target kunjungan ke Borobudur sebanyak 4,3 juta wisnus dan bakal mencapai 5 juta wisnus pada 2019," ujarnya di Makassar, Kamis (18/10/2018).

Pada pergelaran misi penjualan di Makassar itu, Kemenpar memfasilitasi 10 industri pariwisata yang mencakup travel agent, tour operator, hotel, resort, homestay, dan desa wisata dari Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai sellers untuk bertemu bisnis dengan 50 industri pariwisata Sulawesi Selatan sebagai buyers .

Sumarni menjelaskan, pemilihan Makassar sebagai tempat untuk memasarkan paket wisata Borobudur dengan mempertimbangkan kemudahan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas), terkhusus pada aspek konektivitas penerbangan langsung dari Makassar ke Semarang, Jawa Tengah maupun ke Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta Aris Riyanto menambahkan, komposisi wisatawan dari Makassar maupun Sulsel yang masuk ke Yogyakarta diklaim menempati posisi ke 13 dari total provinsi lain di Tanah Air sebagai daerah asal wisatawan.

Meski masih berada pada urutan ke-13, lanjut dia, pergerakan wisatawan Sulsel ke Yogyakarta terus mencatatkan tren atraktif dalam beberapa tahun terakhir sehingga menjadi landasan pemprov untuk lebih serius menggarap pasar Sulsel.

Terlebih saat Borobudur menjadi bagian dari 10 DPP di Tanah Air, yang mana secara geografis memiliki kedekatan dengan Yogyakarta sehingga terintegrasi dalam paket perjalanan wisata.

"Itulah kemudian kami cukup aktif berupaya menarik wisatawan out bound dari Sulsel. Saat ini komposisi nya memang masih 4%, tetapi untuk kedepannya memiliki potensial meningkat jauh tinggi," papar Aris.

Pada sisi lain, upaya agresif dari otoritas pariwisata nasional bersama Dispar Yogyakarta maupun Jateng itu relatif bersinggungan dengan upaya Pemprov Sulsel yang justru berupaya menarik angka kunjungan wisatawan ke Sulsel.

Kendati demikian, Kepala Disbudpar Sulsel Musaffar Syah masih optimistis jika langkah dari Kemenpar itu tetap memiliki efek positif terhadap sektor pariwisata Sulsel, meski sasarannya adalah menarik kunjungan dari Sulsel.

"Tentu kami berharap ada timbal balik nantinya, ada kunjungan dari Yogyakarta maupun Jateng ke destinasi-destinasi Sulsel. Apalagi kami juga memiliki destinasi yang potensial," ujarnya dalam kegiatan misi penjualan DPP Borobudur.

Kendati demikian, Musaffar tidak menjelaskan lebih rinci perihal skema yang disiapkan agar Makassar maupun Sulsel tidak sekadar menjadi pasar wisatawan bagi destinasi pariwisata prioritas.

Dia hanya berharap agar dinas pariwisata Yogyakarta maupun Jateng agar memfasilitasi promosi wisata Sulsel sehingga tercipta sirkulasi kunjungan wisatawan yang saling menguntungkan.

"Aapalagi seluruh kabupaten/kota di Sulsel memiliki daya tarik dan karakteristik wisata menarik sendiri. Didukung pula keberagaman budayanya," papar Musaffar.

Adapun pergerakan wisatawan nusantara atau wisnus yang masuk ke Sulsel diklaim Musaffar terus mencatatkan tren pertumbuhan  rerata 11% per tahun meski tidak menyebutkan detail kuantitas kunjungan.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer