Gempa Palu-Donggala: Bank Sulselbar Sumbang Darah 210 Kantong

Oleh: Amri Nur Rahmat 03 Oktober 2018 | 17:50 WIB
Gempa Palu-Donggala: Bank Sulselbar Sumbang Darah 210 Kantong
Pasien dan korban gempa berada di tenda darurat di Rumah Sakit Wirabuana, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018)./ANTARA-Muhammad Adimaja

Bisnis.com, MAKASSAR - Bank Sulselbar menghimpun sebanyak 210 kantong darah melalui kegiatan kemanusiaan donor darah yang diselenggarakan perusahaan untuk kemudian disalurkan bagi korban gempa Palu-Donggala.

Koordinator Tim CSR Bank Sulselbar Hartani Djurnie mengatakan kegiatan donor darah yang diikuti oleh karyawan serta sejumlah elemen masyarakat luas dan berlangsung di kantor pusat perusahaan.

Dia menjelaskan, kegiatan donor darah sendiri merupakan agenda rutin 3 bulanan yang diselenggarakan perusahaan, namun pada edisi kali ini didedikasikan bagi korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah.

"Kegiatan donor darah ke 36 yang diselenggarakan Bank Sulselbar, dan kali ini dikhususkan sebagai bentuk kepedulian kami terhadap korban di Sulteng. Antusiasme pendonor juga sangat tinggi kali ini, jika biasanya hanya terkumpul 90 kantong darah, maka saat ini menyentuh 210 kantong darah," ujarnya, Rabu (3/10/2018).

Adapun kegiatan donor darah itu dimulai sejak pukul 08.00 WITA, Rabu (3/10/2018), dan dituntaskan pada pukul 17.30 Wita diikuti masyarakat umum, nasabah, karyawan swasta, ASN termasuk internal Bank Sulselbar.

Diantara pendonor terdapat pemusik Fadly Padi, kemudian Direktur Kepatuhan Bank Sulselbar Asril Azis serta beberapa lainnya yang ikut berpartisipasi.

Kegiatan kemanusiaan itu menggandeng Unit Transfusi Darat (UTD) Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel yang secara berkelanjutan telah mendistribusikan kantong darah ke sejumlah rumah sakit di Palu maupun Donggala untuk penanganan medis korban bencana geologi di daerah tersebut.

Menurut Hartani yang juga tercatat sebagai Pemimpin Departemen Pengelolaan Organisasi Bank Sulselbar itu, tingkat partisipasi maupun antusiame khalayak untuk ikut mendonorkan darahnya sangat tinggi dan bahkan tidak memungkinkan difasilitasi pada kegiatan donor darah perusahaan.

"Bahkan, di penghujung kegiatan ini terdapat beberapa calon pendonor terpaksa diarahkan ke UTD atau PMI terdekat untuk mendonorkan darahnya. Tim UTD Dinkes juga siap kerja keras lembur utk ikut memfasilitasi masyarakat yang ingin bersimpati kepada warga korban bencana di Sulteng," tuturnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya