PEMULIHAN PALU, KRI Makassar Merapat di Pelabuhan Pantoloan

Oleh: Newswire 02 Oktober 2018 | 13:52 WIB
PEMULIHAN PALU, KRI Makassar Merapat di Pelabuhan Pantoloan
Personel TNI mengangkut bantuan ke KRI Dr.Soeharso melalui Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa (2/10). Ribuan bantuan berupa makanan, pakaian, tenda dan sejumlah perlengkapan lainnya dari berbagi organisasi, perorangan dan perusahaan di Bali dikirim menggunakan kapal untuk korban bencana gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. /Antara-Wira Suryantala

Bisnis.com, MAKASSAR – KRI Makassar-590 telah merapat di Pelabuhan Pantoloan Palu, Sulawesi Tengah dengan membawa sekitar 1.300 personel TNI dan relawan serta bantuan logistik untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng.

"KRI Makassar-590 telah berhasil merapat ke dermaga Pantoloan Kota Palu Sulawesi Tengah pada 2 Oktober 2018," kata Komandan Lantamal VI, Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kondisi di Sulteng, Selasa (2/10/2018).

Dia mengatakan, setelah kapal merapat, selanjutnya akan dilaksanakan debarkasi muatan secepatnya untuk membantu masyarakat yang menjadi korban gempa dan tsunami karena sangat memerlukan bantuan logistik utama makanan dan minuman.

Kedatangan KRI Makassar ini disambut oleh para Tim Posko Korban Bencana Alam di Palu yang selanjutnya bantuan-bantuan tersebut disalurkan ke daerah yang terkena musibah gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu.

Sementara untuk pengiriman gelombang kedua, Dwi mengatakan, dijadwal pada pukul 18.00 Wita hari ini memberangkatkan KRI Yani-351 yang akan membawa bantuan logistik ke Palu, Sulteng.

KRI milik pemerintah itu sejak sandar di Pelabuhan Soekarno Hatta pada pagi hari, telah diisi dengan berbagai kebutuhan seperti pakaian, selimut, makanan, minuman mineral dan sebagainya.

Selain itu, para relawan dan personel TNI juga sudah siap diberangkatkan untuk membantu para korban gempa dan tsunami di dua lokasi yakni Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulteng.

"Kini mereka tinggal menunggu semua logistik dinaikkan terlebih dahulu, kemudian personel TNI dan relawan juga naik," katanya.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya