Penyelenggaraan Acara Budaya Dongkrak Kunjungan Wisman ke Sulut

Oleh: Deandra Syarizka 01 Oktober 2018 | 19:35 WIB
Penyelenggaraan Acara Budaya Dongkrak Kunjungan Wisman ke Sulut
Siluet wisatawan mancanegara/ANTARA-Iggoy el Fitra

Bisnis.com, MANADO— Penyelenggaraan berbagai acara pariwisata di Sulawesi Utara pada Agustus terbukti berhasil mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga mencapai 15.448 orang,  meningkat sebesar 30,09% dibandingkan Juli 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara Ateng Hartono menjelaskan, bila di bandingkan dengan periode sebelumnya pada Agustus 2017, jumlah kunjungan wisman tersebut melonjak hingga 73,85% dari sebelummnya sebanyak 8.886 orang.

Adapun secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman hingga Agustus 2018 mencapai 86.448 orang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 50.364 orang.

“Ini sepertinya puncak dari kunjungan wisman, paling tinggi pada Agustus ini di Sulut, jauh melebihi dari bulan-bulan sebelumnya. Mudah-mudahan ini peluang bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, Senin (1/10).

Dia menambahkan, melonjaknya jumlah kunjungan wisman terjadi karena sejumlah hal, antara lain penyelenggaraan acara seni budaya seperti Tomohon International Flower Festival 2018 dan Manado Fiesta. Selain itu, juga adanya pembukaan penerbangan langsung Manado—Zhengzou oleh Lion Air.

Berdasarkan data BPS, wisman yang datang ke Sulut pada Agustus 2018 masih didominasi oleh China sebanyak 13.830 orang atau 89,53%, diikuti oleh Jerman sebanyak 281 orang atau 1,82%, dan Amerika Serikat 141 orang atau 0,91%.

Peningkatan jumlah kunjungan wisman pada Agustus juga diikuti dengan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulut yang mencapai 70,92%, meningkat 3,55 poin dibandingkan TPK pada Juli 2018.

Meski demikian, Ateng menyebut peningkatan jumlah kunjungan wisman tersebut tidak serta merta diikuti dengan meningkatnya rata- rata lama menginap tamu asing hotel berbintang, yang menurun 0,5 poin menjadi 2,68 hari pada Agustus 2018 dibandingkan Juli 3,18 hari.

“Kalau disediakan beberapa destinasi wisata yang bagus, mungkin akan bisa meningkatkan lama menginap para turis,” jelasnya.

Ekonom Universitas Sam Ratulangi Manado Tri Oldy Rotunsulu menyatakan, dengan melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan, pekerjaan rumah selanjutnya bagi pemerintah dan para pelaku wisata adalah bagaimana meningkatkan durasi tinggal para wisatawan di Sulut.

Pasalnya, dia menyebut saat ini wisatawan mancanegara asal China rata-rata hanya tinggal 4-6 hari, berbeda dengan wisatawan asal Eropa yang dapat tinggal lebih dari sebulan.

Dia menambahkan, saat ini juga  masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan sektor pariwisata, mencakup infrastruktur dan aksesibilitas, hingga Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kendala minimnya tenaga kerja terampil pariwisata di bidang pelayanan, dan bahasa terutama Bahasa Mandarin, yang juga memahami product knowledge. Untuk itu perlu adanya penguatan pendidikan atau sekolah tinggi yang berorientasi pada pengembangan pariwisata,” ujarnya 

Dia menambahkan, tenaga kerja terampil di bidang pariwisata juga perlu memiliki sertifikasi guna menambah daya saing dan juga menjamin kualitasnya. Selain itu, dia juga menilai perlu adanya inovasi dalam paket-paket wisata yang ditawarkan, juga pembangunan Tourist Information Centre.

“Usaha mikro dan kecil juga harus didorong dan diberikan pelatihan agar bisa menghasilkan produk seperti souvenir yang lebih baik, baik dari segi kualitas maupun desain,” jelasnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya