Bank Sulselbar Segera Rilis Obligasi Tahap II Rp1,5 Triliun

Oleh: Amri Nur Rahmat 16 September 2018 | 11:40 WIB
Bank Sulselbar Segera Rilis Obligasi Tahap II Rp1,5 Triliun
Kantor Bank Sulselbar di Makassar, Sulawesi Selatanj./Ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR - Bank Sulselbar mengestimasi emisi obligasi melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan atau PUB tahap II senilai Rp1,5 triliun bisa dirilis pada akhir kuartal IV/2018.

Direktur Utama Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat mengatakan aksi korporasi tersebut tengah menunggu persetujuan dari pemilik saham yang terdiri dari pemerintah daerah se-Sulsel dan Sulbar.

"Obligasi ini untuk menjaga akselerasi kredit di tahun tahun depan. Semoga 2018 ini bisa terealisasi melalui skema PUB dengan target indikatif maksimal Rp1,5 triliun," ucapnya kepada Bisnis, Minggu (16/9/2018).

Menurut dia, aksi korporasi tersebut diharapkan ikut menyokong langkah perseroan yang konsisten merealisasikan transformasi BPD dengan memberikan manfaat bagi perekonomian maupun pembangunan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Sekadar diketahui, Bank Sulselbar pada 2016 lalu juga telah menerbitkan obligasi sebesar Rp1 triliun melalui PUB tahap I, yakni Rp950 miliar konvensional serta Rp50 miliar sukuk mudharabah.

Secara keseluruhan, perseroan memiliki penerbitan surat berharga dengan nilai mencapai Rp3 triliun yang terdiri dari PUB tahap I Rp1 triliun, PUB tahap II sebesar Rp1,5 triliun serta medium term notes (MTN) sebesar Rp500 miliar.

Rahmat mengemukakan, penerbitan surat berharga itu menjadi instrumen dalam menjaga proyeksi pertumbuhan finansial perseroan sesuai dengan perencanaan hingga 2020 mendatang.

Sesuai dengan RBB perusahaan, proyeksi penyaluran kredit pada 2020 mendatang sudah menyentuh angka Rp24,28 triliun, lalu penghimpunan DPK sebesar Rp19,91 trilun dengan aset yang mencapai Rp30,46 triliun.

Adapun hingga akhir kuartal kedua tahun ini, kinerja perseroan mencatatkan kinerja yang relatif moncer dan telah mengantongi laba Rp278,06 miliar atau 118,84% dari target yang tertuang dalam RBB perseroan.

Kinerja realisasi kredit juga bergerak atraktif 14,38% secara tahunan di kuartal II/2018 menjadi Rp14,87 triliun, lalu penghimpunan DPK Rp15,86 triliun dengan posisi aset mencapai Rp22,51 triliun yang bertumbuh 6,52% secara tahunan.

"Sehingga penerbitan obligasi menjadi salah upaya kami untuk menjaga akselerasi pada tahun depan maupun tahun-tahun berikutnya," tutur Rahmat.

Head of Treasury Group Bank Sulselbar Irmayanti Sulthan menambahkan, perseroan juga memiliki sejumlah instrumen untuk memperkuat struktur pendanaan agar menjaga tingkat daya saing Bank Sulselbar dalam industri perbankan.

"Dan juga, permodalan Bank Sulselbar masih sangat baik untuk menopang ekspansi bisnis serta dukungan dari para pemegang saham sangat maksimal sebenarnya," tutur dia.

Irmayanthi menguraikan, salah satu strategi dalam rangka penguatan pendanaan juga dilakukan melalui penghimpunan dana murah baik tabungan maupun giro.

Diantaranya langkah repackaging produk tabungan Tampan, penambahan undian pada produk Tapemda Plus hingga digitalisasi layanan untuk mendukung penghimpunan dana murah.

Dia menjelaskan, digitalisasi menjadi hal mutlak yang dilakukan perseroan agar menjaga dan meningkatkan daya saing pada industri perbankan yang diharapkan menjadi landasan dalam memacu kinerja berkelanjutan.

Pada sisi lain, ekspansi yang dilakukan pada paruh pertama 2018 itu tidak lantas membuat rasio BOPO Bank Sulselbar membengkak signifikan. Justru perseroan tetap mampu mempertahankan predikat sebagai BPD efesien di Tanah Air dengan posisi rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun 15 bps menjadi 69,09% per Juni 2018 (YoY).

Performa tersebut tidak lepas dari langkah perseroan yang menekan beban bunga hingga menjadi Rp401,39 miliar atau turun sebesar 16,21% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp479,05 miliar.

Sementara itu, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Sulselbar pada paruh pertama 2018 berada pada level 6,64% yang juga menjadi bentuk manifestasi dari komitmen perseroan menajamkan fungsi sebagai BPD.

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya