PENERIMAAN CPNS Gorontalo Dibuka 19 September 2018 secara Daring

Oleh: Deandra Syarizka 10 September 2018 | 09:52 WIB
PENERIMAAN CPNS Gorontalo Dibuka 19 September 2018 secara Daring
Ujian menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)./Antara-Darwin F

Bisnis.com, MANADO – Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Provinsi Gorontalo akan dilangsungkan secara online/daring mulai tanggal 19 September 2018.

 “Pendaftarannya serentak di portal portal milik BKN dan Kementrian PANRB. Jika tidak berubah, rencananya akan dimulai tanggal 19 September 2018,” ujar Pejabat Sekda Provinsi Gorontalo Anis Naki, seperti dikutip, Senin (10/9/2018).

Dia menjelaskan, rekrutmen CPNS 2018 dilakukan melalui dua jalur, yakni formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus harus mengakomodir lulusan terbaik (cumlaude), penyandang disabilitas, diaspora, olahragawan berprestasi internasional, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan eks tenaga honorer kategori II yang memenuhi persyaratan.

Adapun menyangkut persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelamar, Anis belum bisa menjelaskan secara detail. Menurutnya, Pemprov Gorontalo akan menggelar rapat koordinasi dengan pemda di lima kabupaten pada tanggal 12 September 2018 nanti.

“Ada beberapa hal prinsip yang nanti kita bahas. Di antaranya menyangkut standar nilai pelamar untuk mengantisipasi membludaknya orang yang mengikuti tes. Ini juga berkaitan dengan pertimbangan lokasi pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT),” imbuhnya.

Berdasarkan jadwal yang dirilis oleh Kemenpan RB, pendaftaran penerimaan CPNS akan dimulai tanggal 19 September 2018 hingga minggu kedua Oktober 2018. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dijadwalkan pada minggu ketiga Oktober 2018.

“Pengumuman kelulusan akan dilakukan pada minggu keempat November 2018 dan dilanjutkan dengan pemberkasan,” lanjutnya.

Pada penerimaan CPNS tahun 2018, Pemprov Gorontalo dijatah formasi sebanyak 300 orang. Rinciannya 250 orang untuk formasi guru, 15 orang untuk formasi tenaga kesehatan dan 35 orang untuk tenaga teknis.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya