KUR Sulsel Bergeser ke Sektor Produksi

Komposisi penyaluran KUR di Sulawesi Selatan telah mengalami pergeseran ke sektor produksi dengan komposisi hingga 51,2%.
Amri Nur Rahmat | 27 Agustus 2018 16:32 WIB
Kredit Usaha Rakyat - Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Komposisi penyaluran KUR di Sulawesi Selatan telah mengalami pergeseran ke sektor produksi dengan komposisi hingga 51,2%.

OJK Regional 6 Sulampua mencatat, realisasi penyaluran KUR untuk sektor produksi yang mencakup agrbisnis, industri pengolahan, konstruksi dan jasa mencapai Rp1,76 triliun per akhir semester I/2018.

Angka tersebut berbalik dari kondisi 2017 secara kumulatif, yang mana sektor produksi saat itu hanya mampu menyerap 45,04% dari total KUR yang disalurkan.

Zulmi, Kepala OJK Regional 6 Sulampua (Sulawesi, Maluku, Papua), perbankan maupun institusi keuangan penyalur KUR di Sulsel sudah relatif aktif menjangkau debitur atau pelaku UMKM yang bergerak pada sektor produksi.

"Bahkan realisasi ini sudah melewati target 50% KUR untuk sektor produksi. Dan juga, kualitas kredit juga terjaga dengan baik, NPL secara keseluruhan 0,06%," ujarnya kepada Bisnis, Senin (27/8/2018).

Adapun hingga semester I/2018, total KUR yang terserap di Sulsel mencapai Rp3,43 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 138.690 pelaku UMKM berbagai sektor.

Dari sisi lapangan usaha, pelaku UMKM yang bergerak pada sektor produksi mencapai 77.276 debitur dengan total kredit mencapai Rp1,76 triliun.

Kemudian untuk sektor non produksi atau perdagangan menyerap kredit Rp1,67 triliun dengan komposisi 48,8%, di mana debitur sebanyak 61.414 pelaku UMKM.

Zulmi menguraikan, komposisi itu diproyeksikan bisa bertahan hingga akhir 2018 sehingga membalikkan keadaan dari tahun sebelumnya.

Pada tahun lalu, sektor non produksi atau perdagangan di Sulsel mendominasi penyerapan KUR dengan nilai Rp2,78 triliun atau 54,96% dari total KUR yang tersalurkan yakni Rp5,06 triliun.

Di sisi lain, kualitas kredit pada tahun ini per semester pertama juga lebih baik dibandingkan dengan posisi 2017.

"Tahun lalu, kredit macet untuk KUR Sulsel itu berada pada level 0,26%, sedangkan pada tahun ini sedikit lebih baik yakni 0,06%. Kami harapkan kualitasnya bisa terjaga hingga 2018 berakhir," papar Zulmi.

Sebagai informasi, alokasi KUR untuk Sulsel pada tahun ini mencapai Rp5,4 trilun, dengan kata lain realiasi per semester I/2018 sudah mencapai 63,65% dari target penyaluran.

Realisasi penyaluran KUR pada 2018 ini diharapkan bisa lebih tinggi dibandingkan dengan capaian 2017 lalu yang mencapai 98,8% dari total alokasi sebesar Rp5,13 triliun.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulsel Abdul Malik Faisal mengatakan pihaknya juga secara berkelanjutan terus mendorong penciptaaan UMKM hingga fasilitasi dalam pengembangan kapasitas.

"Jumlah UMKM di Sulsel juga terus ada penambahan, meski memang masih lebih banyak yang bergerak di perdagangan. Tetapi untuk sektor produksi, juga terus kita dorong," ujarnya.

Dia menjelaskan, fasilitasi permdoalan juga dilakukan Dinas sehingga pelaku UMKM tidak hanya bertumpu pada KUR tetapi juga pada skema lainnya yang disiapkan perbankan maupun dana bergulir dari beberapa lembaga.

Tag : kur
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top